
Acara peringatan untuk korban Pembantaian Nanjing dimulai di China

China menggelar upacara peringatan nasional kedelapan untuk mengenang para korban Pembantaian Nanjing di Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Tentara Jepang di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, China timur, pada 13 Desember 2021. (Xinhua/Li Xiang)
Pembantaian Nanjing adalah peristiwa yang terjadi pada 13 Desember 1937 saat tentara Jepang menduduki Nanjing, yang saat itu merupakan ibu kota China, selama enam pekan dan membunuh lebih dari 300.000 warga sipil dan tentara China yang tidak bersenjata.
Nanjing, China (Xinhua) – Acara peringatan keluarga untuk para korban Pembantaian Nanjing dimulai pada Jumat (25/11) di Nanjing, ibu kota Provinsi Jiangsu, China timur.Acara peringatan itu diadakan hanya dua pekan lebih menjelang hari peringatan nasional kesembilan untuk mengenang para korban Pembantaian Nanjing yang akan digelar pada 13 Desember mendatang.Pada 13 Desember 1937, tentara penjajah Jepang menduduki Nanjing, yang saat itu merupakan ibu kota China. Selama periode enam pekan, tentara Jepang telah membunuh lebih dari 300.000 warga sipil dan tentara China yang tidak bersenjata.Keluarga para korban akan melakukan penghormatan untuk orang-orang tercinta mereka lewat berbagai cara, termasuk meletakkan bunga dan membakar dupa.Total 14 orang, termasuk para penyintas pembantaian dan anggota keluarga, menghadiri acara pada Jumat itu yang digelar di Balai Peringatan Korban Pembantaian Nanjing oleh Tentara Jepang.Mereka membungkuk, meletakkan bunga, membakar dupa, dan mengheningkan cipta untuk para korban di depan ‘Tembok Ratapan’ di balai peringatan itu. Total 10.665 nama korban pembantaian terukir di tembok tersebut."Hari ini, kami datang ke sini untuk berkabung atas keluarga kami serta banyak kompatriot yang dibunuh secara tragis," ujar Chang Xiaomei, putri seorang penyintas Pembantaian Nanjing. "Sebagai keturunan para penyintas sekaligus pewaris kenangan bersejarah terkait Pembantaian Nanjing, kami bertanggung jawab untuk menyampaikan kebenaran sejarah."Hingga sejauh ini pada tahun ini, enam penyintas Pembantaian Nanjing telah wafat, sehingga mengurangi jumlah penyintas yang terdaftar menjadi 55 orang, dengan rata-rata berusia di atas 92 tahun.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

CEO Boeing tegaskan dukungan bagi investigasi kecelakaan Boeing 787 Dreamliner
Indonesia
•
15 Jun 2025

Mantan anggota unit perang kuman Jepang kembali ke China untuk menguak kejahatan perang
Indonesia
•
14 Aug 2024

Raysha, gadis autis luncurkan karya seni untuk keluarga prasejahtera
Indonesia
•
16 Feb 2021

Badan bantuan serukan dana dukung kebutuhan kemanusiaan di Sudan
Indonesia
•
06 May 2023


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
