
Sekjen Liga Arab tegaskan penolakan relokasi warga Palestina, sebut "Gaza tidak dijual"

Warga Palestina yang kembali dari Jalur Gaza selatan terlihat di antara puing-puing bangunan di Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 13 Februari 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Ahmed Aboul-Gheit menegaskan bahwa Gaza merupakan bagian dari negara Palestina di masa depan, yang akan didirikan di sepanjang perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sejalan dengan solusi dua negara.
Kairo, Mesir (Xinhua/Indonesia Window) – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit pada Kamis (13/2) menegaskan kembali penolakan keras organisasi tersebut terhadap segala upaya yang dilakukan untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka, serta menekankan "Gaza tidak untuk dijual.""Saya menegaskan kembali penolakan keras dan mutlak dari Liga Arab, sebagai institusi yang menghimpun semua negara Arab, terhadap segala upaya untuk mengusir warga Palestina dari tanah mereka dengan dalih apa pun," tutur Aboul-Gheit dalam sesi dewan ekonomi dan sosial Liga Arab di Kairo, yang disiarkan di stasiun televisi milik pemerintah Mesir.Aboul-Gheit menegaskan bahwa Gaza merupakan bagian dari negara Palestina di masa depan, yang akan didirikan di sepanjang perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sejalan dengan solusi dua negara.Aboul-Gheit juga menekankan isu Palestina merupakan "perjuangan utama bagi bangsa Arab, baik rakyat maupun pemerintahnya."Upaya-upaya yang dilakukan untuk mengusir warga Palestina merupakan ketidakadilan yang nyata terhadap hak-hak mereka, imbuh pemimpin Liga Arab tersebut.Aboul-Gheit juga mengecam eskalasi militer Israel belum lama ini di Tepi Barat.Pernyataan tersebut dilontarkan di tengah meningkatnya kekhawatiran setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengusulkan pembangunan kembali Gaza dan merelokasi penduduknya ke negara-negara tetangga termasuk Yordania dan Mesir.Usulan kontroversial itu memicu penolakan baik secara regional maupun internasional.Kairo dijadwalkan menjadi tuan rumah konferensi tingkat tinggi (KTT) Arab darurat pada 27 Februari untuk membahas perkembangan terbaru terkait isu Palestina.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Israel beri sinyal kemajuan dalam perundingan gencatan senjata Gaza, meski waktunya belum jelas
Indonesia
•
26 Dec 2024

Fokus Berita – Iran lihat ‘peluang baru’ dalam negosiasi nuklir, tetapi latihan di Selat Hormuz tekankan kompleksitas
Indonesia
•
18 Feb 2026

Taiwan kecam perubahan rute penerbangan China tanpa perundingan
Indonesia
•
08 Feb 2024

Erdogan sambut baik keputusan Hamas terima proposal gencatan senjata Gaza
Indonesia
•
08 May 2024


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
