
Amerika Latin terima investasi asing langsung 142 miliar dolar AS pada 2021

Seorang pria berjalan melewati sebuah toko di pasar dekorasi Natal di Mexico City, Meksiko, pada 18 Desember 2020. (Xinhua/Sunny Quintero)
Nilai investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) Amerika Latin dan Karibia tercatat 142,79 miliar dolar AS pada 2021, atau 40,7 persen lebih tinggi dibanding tahun 2020.
Santiago, Chile (Xinhua) – Amerika Latin dan Karibia menerima investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) senilai 142,79 miliar dolar AS pada 2021, atau 40,7 persen lebih tinggi dibanding tahun 2020, demikian disampaikan oleh Komisi Ekonomi untuk Amerika Latin dan Karibia (Economic Commission for Latin America and the Caribbean/ECLAC) pada Selasa (29/11).Dalam laporan tahunannya yang bertajuk ‘Investasi Asing Langsung di Amerika Latin dan Karibia 2022’, organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berbasis di Santiago, Chile, itu mengatakan bahwa meski mengalami peningkatan, FDI gagal mencapai level prapandemi COVID-19.Menurut Sekretaris Eksekutif ECLAC Jose Manuel Salazar-Xirinachs, FDI “penting untuk merancang kebijakan yang produktif” di sebuah kawasan dengan tingkat investasi keseluruhan yang rendah."Demi memperoleh dampak FDI yang positif, penting untuk menghubungkan kebijakan pembangunan yang produktif dengan aktivitas dan investasi berproduktivitas tinggi yang mendukung proses pembangunan yang baik dalam hal inklusivitas, kualitas pekerjaan, keberlanjutan lingkungan, inovasi, dan kompleksitas teknologi," katanya.FDI di seluruh dunia meningkat sebesar 64 persen pada 2021, menjadi sekitar 1,6 triliun dolar AS, tetapi Amerika Latin dan Karibia kehilangan pangsa sebagai sebuah destinasi dengan mencakup hanya 9 persen dari jumlah keseluruhan, salah satu persentase terendah dalam 10 tahun terakhir.Pengaktifan kembali investasi pada 2021 dilakukan di seluruh subkawasan, dan negara-negara yang menerima FDI terbesar adalah Brasil, Meksiko, Chile, Kolombia, Peru, dan Argentina, dengan penyebutan berdasarkan urutan besaran FDI.Di Amerika Tengah, Kosta Rika merupakan penerima FDI terbesar di subkawasan tersebut selama dua tahun beruntun, sementara Guatemala mencatat "akuisisi skala besar" di sektor telekomunikasi, yang menyumbangkan peningkatan yang cukup signifikan.Sektor jasa dan sumber daya alam, yang mencatat peningkatan FDI masing-masing sebesar 39 persen dan 62 persen, ‘merupakan sektor paling dinamis’ di kawasan itu, dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat menjadi investor utama yang masing-masing menyumbangkan 36 persen dan 34 persen dari jumlah keseluruhan.*1 dolar AS = 15.737 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pengiriman ponsel 5G di China melonjak 63,5 persen pada 2021
Indonesia
•
15 Jan 2022

Rasio investor saham syariah di Indonesia baru capai 4,1 persen
Indonesia
•
26 Jun 2021

BI dan Bank Sentral Singapura perpanjang perjanjian keuangan bilateral
Indonesia
•
05 Nov 2021

Harga minyak turun tipis terimbas penguncian baru China akibat COVID
Indonesia
•
10 Jun 2022


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
