
Komentar Xinhua: G7 seharusnya berganti nama menjadi G1+6

Amerika Serikat yang egois mempersulit G7 untuk membentuk kehendak yang bersatu saat lebih banyak negara menyadari bahwa satu-satunya negara adidaya di dunia itu sedang bermanuver mengubah kelompok itu menjadi alat geopolitik untuk konfrontasi dan penaklukan.
Beijing, China (Xinhua) – Pada KTT Kelompok Tujuh (G7) yang baru saja berakhir di Jepang, sebuah pertunjukan simbolis solidaritas tidak mampu menutupi keretakan dalam kelompok itu.Negeri Paman Sam yang egois mempersulit blok tersebut untuk membentuk kehendak yang bersatu saat lebih banyak negara menyadari bahwa satu-satunya negara adidaya di dunia itu sedang bermanuver mengubah kelompok itu menjadi alat geopolitik untuk konfrontasi dan penaklukan.Jika ada rasa saling menghormati antara Amerika Serikat (AS) dan para sekutunya, itu telah dibesar-besarkan. Dari kesepakatan AUKUS yang "menikam" hingga Undang-Undang Pengurangan Inflasi AS, yang jumlah subsidi besarnya membuat geram Eropa, sangat jelas bahwa AS jarang memedulikan kekhawatiran maupun kepentingan mitranya. Terkadang, negara itu hanya menipu mereka.
Sebuah slogan terlihat di Taman Monumen Perdamaian Hiroshima (Hiroshima Peace Memorial Park) sebagai protes terhadap KTT Kelompok Tujuh (Group of Seven/G7) di Hiroshima, Jepang, pada 17 Mei 2023. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)
Foto yang diabadikan pada 4 Agustus 2022 ini menunjukkan Gedung Putih dan rambu tanda berhenti di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pejabat AS: G7 sepakat perdagangan China rugikan pasar global
Indonesia
•
28 Jun 2022

Putin tuding AS dalangi "serangan teroris" terhadap jalur pipa Nord Stream
Indonesia
•
16 Mar 2023

Pemerintahan baru Palestina resmi dilantik
Indonesia
•
02 Apr 2024

UNGA adopsi keputusan untuk bawa dinamika baru dalam debat tentang reformasi DK PBB
Indonesia
•
28 Aug 2024


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
