
Pakar politik sebut AS harus akui pengaruh dan kekuatan China yang kian besar

Gedung Capitol Amerika Serikat (AS) terlihat diselimuti kabut di Washington DC, AS, pada 29 Juni 2023. (Xinhua/Liu Jie)
Amerika Serikat tidak berhasil menghambat pertumbuhan China, dan kemungkinan besar tidak akan mampu menghambat perekonomian terbesar kedua di dunia itu dalam mencapai target seratus tahunnya.
New York City, AS (Xinhua) – China tampaknya akan berhasil dalam perjuangannya, dan baik China maupun Amerika Serikat (AS) pada akhirnya akan belajar untuk hidup berdampingan dan berkembang, ungkap sebuah artikel opini pada Kamis (31/8).AS tidak menunjukkan ketertarikan untuk berbagi kepemimpinan dunia, dan China pun tidak tertarik untuk beralih dari aspirasi globalnya, meski kedua negara itu tampaknya berada di jalur akan saling bertumbukan di suatu titik, ujar Yasar Bukan, seorang dosen politik global dan filsafat politik di Universitas Metropolitan Toronto, dalam komentarnya yang dipublikasikan oleh outlet media AS, UPI."AS tidak berhasil menghambat pertumbuhan China, dan kemungkinan besar tidak akan mampu menghambat perekonomian terbesar kedua di dunia itu dalam mencapai target seratus tahunnya," tulis opini itu, seraya menambahkan, "China hadir di seluruh dunia dalam hal sumber daya manusia, investasi, serta produk-produk manufaktur, dan opini masyarakat global tentang China sedang mengalami perubahan."China merupakan pusat yang memiliki banyak jaringan, serta kapasitas dan kemauan untuk lebih berinovasi. Pusat tersebut terpadu dan efisien. Contohnya, saat China dicekal dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) usai disahkannya sebuah undang-undang oleh Kongres AS pada 2011, negara itu membangun Tiangong, sebuah stasiun luar angkasa permanen, kata artikel opini tersebut.Selain itu, "kebangkitan rezim nonliberal-demokrasi dan kelemahan dalam demokrasi menciptakan sebuah situasi di mana beberapa negara kian mendekatkan diri ke China, sementara negara-negara lainnya menjauh dari AS," urai artikel tersebut. "Kendati demikian, alasan politik kerap kali bergantung pada kalkulasi jangka pendek."Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemimpin Greenland tolak ide Trump kirim kapal rumah sakit AS
Indonesia
•
23 Feb 2026

Pemimpin partai oposisi Korsel desak Jepang hentikan pembuangan air limbah radioaktif
Indonesia
•
06 Sep 2023

Serangan udara Israel di Lebanon tewaskan seorang jurnalis
Indonesia
•
24 Apr 2026

Perusahaan minyak UEA umumkan kesepakatan energi US$20,7 miliar
Indonesia
•
25 Jun 2020


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
