
Trump tuduh Obama ‘berkhianat’ di tengah drama Epstein

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menanggapi pertanyaan media di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 15 Juli 2025. (Xinhua/Hu Yousong)
Anggota Partai Demokrat, termasuk Joe Biden dan Hillary Clinton, diduga terlibat dalam manipulasi pemilihan presiden mulai dari pemilihan 2016 hingga 2020.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (22/7) menuduh mantan presiden Barack Obama melakukan "pengkhianatan" terkait pemilihan presiden 2016, sebuah tudingan yang memicu respons keras dari juru bicara Obama yang menyebut tuduhan tersebut "konyol" dan "upaya lemah untuk mengalihkan perhatian."Ketika ditanya oleh media mengenai kasus yang melibatkan mantan pengusaha AS Jeffrey Epstein, Trump beralih menyerang Obama."Mereka mencoba memanipulasi pemilihan, dan mereka tertangkap basah. Dan harus ada konsekuensi yang sangat berat untuk itu," kata Trump kepada para reporter di Ruang Oval Gedung Putih.Menyebut Obama sebagai "pimpinan geng," Trump mengatakan bahwa anggota Partai Demokrat, termasuk Joe Biden dan Hillary Clinton, diduga terlibat dalam manipulasi pemilihan presiden mulai dari pemilihan 2016 hingga 2020."Ini adalah pengkhianatan. Ini adalah setiap kata yang bisa Anda pikirkan. Mereka mencoba mencuri pemilihan. Mereka mencoba mengaburkan pemilihan," kata Trump.Dalam sebuah pernyataan, Patrick Rodenbush, seorang juru bicara Obama, mengatakan bahwa "sebagai penghormatan untuk jabatan kepresidenan, kantor kami biasanya tidak menanggapi omong kosong dan informasi palsu yang terus-menerus keluar dari Gedung Putih ini. Namun, klaim-klaim tersebut cukup keterlaluan untuk mendapatkan tanggapan.""Tuduhan aneh ini konyol dan merupakan upaya lemah untuk mengalihkan perhatian," demikian bunyi pernyataan tersebut.Epstein, yang memiliki hubungan luas dengan para elite politik dan bisnis AS, ditangkap atas tuduhan kejahatan seksual dan meninggal dunia di penjara pada Agustus 2019, yang secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri.Selama kampanye presidennya pada 2024, Trump berjanji akan merilis dokumen-dokumen terkait Epstein jika terpilih kembali. Namun, sebelumnya pada bulan ini, Departemen Kehakiman AS dan Biro Investigasi Federal (Federal Bureau of Investigation/FBI) mengeluarkan memo bersama yang menyatakan tidak ada "daftar klien" yang mencurigakan dan bahwa "pengungkapan lebih lanjut dianggap tidak pantas atau dapat dibenarkan."Perubahan sikap pemerintahan Trump dalam hal ini menuai kritik luas, dengan beberapa pendukung marah bahkan menuntut pengunduran diri Jaksa Agung Pam Bondi, mendesak pemerintah untuk lebih transparan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Australia buka kembali perbatasan internasional untuk publik
Indonesia
•
31 Oct 2021

Kampanye disinformasi militer AS terhadap Sinovac di Filipina picu kecaman
Indonesia
•
21 Jun 2024

AS: Rusia mungkin tertarik lanjutkan pembicaraan kesepakatan biji-bijian Laut Hitam
Indonesia
•
02 Aug 2023

Tersangka di dalam rumah yang meledak dekat Washington DC diduga tewas
Indonesia
•
07 Dec 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
