
PBB peringatkan memburuknya kelaparan di tengah kesenjangan pendanaan di Sudan dan sekitarnya

Seorang anak menangis saat menunggu untuk menerima bantuan dari Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) di taman bermain Buluq di Juba, Sudan, pada 13 Januari 2011. (Xinhua/Cai Yang)
Angka kelaparan dan kekurangan gizi akibat krisis di Sudan mengirimkan efek gelombang kejut ke kawasan sekitarnya, dengan sedikitnya 25 juta jiwa di Sudan Selatan dan Chad berjuang menghadapi situasi yang mengerikan tersebut.
PBB (Xinhua) – Sedikitnya 25 juta orang di seluruh Sudan, Sudan Selatan, dan Chad sedang berjuang dengan melonjaknya angka kelaparan dan kekurangan gizi akibat krisis di Sudan yang mengirimkan efek gelombang kejut ke kawasan sekitarnya, demikian disampaikan Stephane Dujarric, Juru Bicara (Jubir) Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres, pada Senin (19/2).Efek riak dari ketidakstabilan Sudan terlihat jelas, dengan para pengungsi yang melarikan diri ke negara-negara tetangganya, seperti Sudan Selatan dan Chad, "dalam keadaan lapar dan tidak memiliki sumber daya apa pun," ujar Dujarric dalam sebuah taklimat pers Senin siang.Karena adanya kesenjangan pendanaan sebesar ratusan juta dolar AS, Program Pangan Dunia (World Food Programme/WFP) mengeluarkan peringatan keras mengenai situasi yang mengerikan ini, sebut Dujarric. Lebih lanjut dia mengatakan bahwa keputusan sulit WFP untuk "memprioritaskan sumber daya yang terbatas kepada para pengungsi yang baru tiba" berarti bahwa "para pengungsi yang sudah ada tidak lagi mendapatkan bantuan," sebuah langkah yang secara gamblang menggambarkan kenyataan pahit pendistribusian bantuan pada saat krisis.
Para relawan memasak makanan untuk dibagikan kepada warga sekitarnya secara gratis di Omdurman, Sudan, pada 5 Februari 2024. (Xinhua/Mohamed Khidir)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kanal STEM TikTok permudah anak-anak Indonesia akses konten edukatif
Indonesia
•
14 Mar 2025

Feature – Pulang ke rumah masih jadi impian yang sulit terwujud bagi banyak pengungsi Lebanon
Indonesia
•
03 Dec 2024

Peneliti University of Hawaii ungkap hubungan tanaman dan bahasa di Pulau Alor
Indonesia
•
08 Nov 2024

Feature – Tiga sandera Israel dipulangkan saat gencatan senjata hadirkan ketenangan yang rapuh di Gaza
Indonesia
•
21 Jan 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
