
Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah

Foto yang diabadikan pada 17 Juli 2025 ini menunjukkan stan Apple dalam Pameran Rantai Pasokan Internasional China (China International Supply Chain Expo) ketiga di Beijing, ibu kota China. (Xinhua/Ding Hongfa)
San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Apple menaikkan harga beberapa model komputer Mac dan tablet iPad akibat biaya cip memori dan penyimpanan yang lebih tinggi, lapor media Amerika Serikat (AS) pada Kamis (25/6).
Dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh sejumlah laporan media, Apple menyampaikan pihaknya belum pernah mengalami kenaikan harga komponen sebesar itu dalam waktu sesingkat ini.
Perusahaan itu mengatakan pihaknya selama ini telah menanggung biaya yang lebih tinggi tersebut demi melindungi pelanggan, namun kini telah mencapai titik di mana mereka mulai perlu menaikkan harga sejumlah produk, termasuk Mac dan iPad.
Pembaruan harga di situs jejaring Apple AS menunjukkan bahwa harga awal MacBook Neo meningkat dari 599 dolar AS menjadi 699 dolar AS. MacBook Air 13 inci dengan kapasitas penyimpanan 512 gigabita (GB) saat ini mulai dibanderol 1.299 dolar AS, naik dari 1.099 dolar AS.
*1 dolar AS = 17.942 rupiah
Untuk produk iPad, harga awal model iPad Air 11 inci Wi-Fi dengan kapasitas penyimpanan 128GB telah naik dari 599 dolar AS menjadi 749 dolar AS. Model iPad Pro 11 inci Wi-Fi dengan kapasitas penyimpanan 256GB kini dijual mulai dari 1.199 dolar AS, naik dari 999 dolar AS.
Penyesuaian harga terbaru ini tidak berdampak pada iPhone.
Pesatnya ekspansi pusat data kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong permintaan memori dengan bandwidth tinggi dan cip lainnya, sehingga menyebabkan kelangkaan pasokan komponen memori dan penyimpanan yang digunakan dalam perangkat elektronik konsumen.
CEO Apple Tim Cook pada April mengatakan perusahaan itu memperkirakan biaya memori akan meningkat secara signifikan pada kuartal ketiga fiskal yang berakhir pada 27 Juni, seraya menambahkan bahwa tingginya biaya memori tersebut akan memberikan dampak yang semakin besar terhadap bisnisnya setelah kuartal Juni.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pabrik-pabrik Asia hadapi kendala pasokan setelah lepas dari ‘lockdown’
Indonesia
•
01 Nov 2021

ONS: Ekonomi Inggris tumbuh 0,2 persen pada Agustus 2023
Indonesia
•
14 Oct 2023

Pengembangan pelabuhan Patimban capai kapasitas 14 juta TEUs
Indonesia
•
22 Sep 2020

Kepala IMF desak negara-negara untuk segera selesaikan perselisihan perdagangan
Indonesia
•
26 Apr 2025


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026

Raja Charles III jadi penguasa Inggris pertama yang ungkap pembayaran pajak pribadi, nilainya Rp305 miliar
Indonesia
•
26 Jun 2026
