
Arab Saudi sukses luncurkan satelit ‘Shams’

Roket Space Launch System NASA yang membawa wahana antariksa Orion lepas landas dalam uji penerbangan Artemis I di Kennedy Space Center milik NASA di Florida, Amerika Serikat, pada 16 November 2022. (Xinhua/NASA/Keegan Barber)
Satelit Shams akan beroperasi di orbit elips pada jarak berkisar antara 500-70.000 km di atas Bumi, sehingga memungkinkan cakupan luas untuk memantau aktivitas surya dan radiasi serta mendukung penelitian cuaca antariksa tingkat lanjut.
Riyadh, Arab Saudi (Xinhua/Indonesia Window) – Arab Saudi pada Sabtu (4/4) berhasil meluncurkan satelit ‘Shams’ miliknya menggunakan Sistem Peluncuran Luar Angkasa (Space Launch System/SLS) sebagai bagian dari misi Artemis II. Demikian menurut kantor berita resmi negara itu, Saudi Press Agency (SPA).
Dengan pencapaian ini, Kerajaan Arab Saudi menjadi negara Arab pertama yang berpartisipasi dalam misi di bawah program Artemis, kata SPA.
Artemis II, fase kedua dari program Artemis yang dipimpin oleh National Aeronautics and Space Administration (NASA) Amerika Serikat, merupakan upaya kolaboratif internasional yang bertujuan untuk mempercepat ilmu pengetahuan dan inovasi antariksa.
Satelit Shams akan beroperasi di orbit elips pada jarak berkisar antara 500-70.000 km di atas Bumi, sehingga memungkinkan cakupan luas untuk memantau aktivitas surya dan radiasi serta mendukung penelitian cuaca antariksa tingkat lanjut, kata SPA.
Pencapaian ini mencerminkan komitmen negara kerajaan itu untuk mengembangkan sektor antariksanya melalui inovasi, membina talenta nasional, dan memperkuat kemitraan global, imbuh SPA.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan China rancang kulit elektronik ‘3D bio-inspired’
Indonesia
•
07 Jun 2024

Wahana penjelajah Mars milik China temukan bukti keberadaan air yang lebih lama di planet merah
Indonesia
•
08 Jan 2026

Luas lautan es Antarktika pada Juli 2022 tercatat terkecil dalam sejarah
Indonesia
•
10 Aug 2022

Sebelas spesies burung liar baru telah ditemukan di Danau Baiyangdian, China utara
Indonesia
•
08 Dec 2022


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
