
Boeing prediksi armada pesawat komersial China akan berlipat ganda selama 20 tahun ke depan

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 30 November 2023 ini menunjukkan tampilan gedung Boeing Tianjin Composites Co., Ltd., di Kota Tianjin, China utara. (Xinhua)
Armada pesawat komersial China diproyeksikan akan meningkat lebih dari dua kali lipat selama 20 tahun ke depan, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan permintaan lalu lintas udara.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Armada pesawat komersial China diproyeksikan akan meningkat lebih dari dua kali lipat selama 20 tahun ke depan, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan permintaan lalu lintas udara, demikian menurut perkiraan pasar terbaru dari Boeing yang dirilis di Beijing pada Selasa (27/8).Prospek Pasar Komersial Boeing (Boeing Commercial Market Outlook) 2024 untuk China memprediksikan pertumbuhan tahunan sebesar 4,1 persen dalam armada pesawat komersial negara itu selama 20 tahun ke depan, dari 4.300 pesawat yang tercatat saat ini menjadi sekitar 9.700 pesawat per 2043."Sangat penting untuk melihat bagaimana ekonomi China telah pulih dari pandemi dan tetap sangat sehat," kata Wakil Presiden Pemasaran Komersial Boeing Darren Hulst."Ekonomi terus tumbuh, konsumsi swasta terus tumbuh, dan pada akhirnya produksi industri juga berada dalam lintasan pertumbuhan. Semua itu merupakan pendorong penting bagi permintaan lalu lintas penumpang maupun kargo," ujar Hulst.Boeing memperkirakan pasar penerbangan sipil China akan membutuhkan 8.830 pesawat baru selama 20 tahun ke depan, termasuk jet regional, pesawat lorong tunggal, pesawat berbadan lebar, dan pesawat pengangkut barang.Selama 20 tahun ke depan, maskapai-maskapai China akan membutuhkan layanan penerbangan senilai 780 miliar dolar AS untuk mendukung armada yang terus bertambah, termasuk solusi digital, pemeliharaan, dan modifikasi, demikian menurut perkiraan pasar Boeing.*1 dolar AS = 15.380 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

UE usulkan paket kebijakan baru guna atasi tingginya harga energi
Indonesia
•
19 Oct 2022

LSPR-Kemenparekraf kerja sama pengembangan pariwisata
Indonesia
•
20 Nov 2021

Indeks harga konsumen AS turun tipis pada Desember, tapi masih cetak rekor tertinggi
Indonesia
•
13 Jan 2023

ADB tingkatkan investasi ketahanan pangan di BIMP-EAGA, targetkan 40 miliar dolar AS pada 2030
Indonesia
•
29 May 2025


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
