
AS cabut izin penjualan minyak Iran, sanksi kembali diperketat usai serangan di Selat Hormuz

Foto yang bersumber dari Kementerian Informasi Oman pada 20 Juni 2026 ini menunjukkan pemandangan Selat Hormuz. (Xinhua)
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Kantor Pengendalian Aset Asing (Office of Foreign Assets Control/OFAC) Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) pada Selasa (7/7) mencabut lisensi yang sebelumnya mengizinkan penjualan minyak asal Iran hingga 21 Agustus.
Sebuah lisensi umum baru, yang berjudul ‘Pencabutan dan Penghentian Bertahap Izin 21 Juni 2026 untuk Produksi, Pengiriman, dan Penjualan Minyak Mentah, Produk Petrokimia, dan Produk Minyak Bumi Asal Iran’ (Revocation and Wind Down of June 21, 2026 Authorization for the Production, Delivery and Sale of Crude Oil, Petrochemical Products, and Petroleum Products of Iranian Origin), ditandatangani oleh Direktur OFAC Bradley Smith dan mulai berlaku pada Selasa.
Lisensi baru tersebut mensyaratkan agar transaksi yang disetujui di bawah pengecualian sanksi sebelumnya dihentikan secara bertahap paling lambat 17 Juli.
Pihak AS menyatakan keputusan tersebut diambil menyusul serangan Iran terhadap tiga kapal tanker minyak di dekat atau di dalam wilayah Selat Hormuz.
Bersamaan dengan pencabutan pengecualian sanksi tersebut, militer AS pada Selasa mengumumkan bahwa pihaknya telah melancarkan serangkaian serangan kuat terhadap Iran sebagai respons atas dugaan serangan yang dilakukan oleh Teheran terhadap tiga kapal komersial.
AS telah mengecualikan sanksi-sanksi terhadap minyak Iran setelah kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) gencatan senjata pada Juni lalu. Pengecualian tersebut, antara lain, mengizinkan impor minyak mentah Iran ke AS dan pembayaran kepada Teheran dalam mata uang dolar AS.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Iran paksa pasukan AS mundur dari Selat Hormuz, buka jalur pelayaran baru
Indonesia
•
20 Apr 2026

Trump ultimatum Iran: Tak boleh ada tarif di Selat Hormuz atau perundingan berakhir!
Indonesia
•
25 Jun 2026

Tersangka di dalam rumah yang meledak dekat Washington DC diduga tewas
Indonesia
•
07 Dec 2023

Setahun konflik Gaza, analis Palestina pesimistis akan ada resolusi cepat
Indonesia
•
11 Oct 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
