
AS, penipuan, dan iklim menjadi kekhawatiran utama masyarakat Asia Tenggara

Orang-orang berbelanja di sebuah pasar tradisional di Kota Magelang, Jawa Tengah, pada 17 Agustus 2025. (Indonesia Window)
Kepemimpinan Amerika Serikat di bawah Donald Trump menjadi kekhawatiran geopolitik utama masyarakat Asia Tenggara, disusul oleh operasi penipuan global.
Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Sekitar 52 persen responden Asia Tenggara mengidentifikasi kepemimpinan Amerika Serikat (AS) di bawah Donald Trump sebagai kekhawatiran geopolitik utama mereka, disusul oleh 51,4 persen responden yang menyebut operasi penipuan global. Demikian ungkap sebuah survei tahunan yang dirilis pada Selasa (7/4).
Di kalangan responden yang memperkirakan hubungan dengan Washington akan memburuk, 38,5 persen di antaranya mengatakan AS seharusnya lebih menekankan pada penghormatan terhadap hukum dan institusi internasional, menurut laporan survei State of Southeast Asia 2026 oleh Pusat Studi ASEAN (ASEAN Studies Center) di Institut ISEAS-Yusof Ishak (ISEAS-Yusof Ishak Institute) di Singapura.
Survei itu melibatkan 2.008 warga Asia Tenggara. Perubahan iklim dan kejadian cuaca ekstrem disebut sebagai tantangan paling mendesak di kawasan ini, dengan 60 persen responden menyoroti dampak ekonomi dan sosialnya yang semakin besar.
Terkait integrasi regional, responden terutama menyoroti kendala domestik. Sekitar 30,2 persen menyebutkan kapasitas teknokratis yang terbatas, sementara 30,1 persen menyoroti ketimpangan pembangunan ekonomi. Tekanan geopolitik disebut oleh 27,5 persen responden sebagai hambatan utama, sedangkan kurangnya kemauan politik dianggap sebagai hambatan paling tidak signifikan, yaitu sebesar 12,1 persen.
"Survei tahun ini menggarisbawahi kompleksitas yang semakin meningkat dalam lingkungan strategis Asia Tenggara. Temuan-temuan tersebut menunjukkan sebuah kawasan menghadapi tekanan eksternal, kendala internal, dan dinamika global yang berubah dengan semakin hati-hati," kata Ng Chee Khern, direktur sekaligus chief executive officer institut itu.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kepala Eksekutif SAR Hong Kong John Lee sampaikan pidato kebijakan pertama
Indonesia
•
20 Oct 2022

Kazakhstan pertimbangkan kembalikan nama lama ibu kota jadi Astana
Indonesia
•
15 Sep 2022

Iran peringatkan hotel di Teluk agar tak tampung pasukan AS yang kabur dari pangkalan militer
Indonesia
•
27 Mar 2026

Jamaah dari luar negeri diizinkan tunaikan haji tahun ini
Indonesia
•
21 May 2021


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
