
AS akan pertimbangkan pembatasan plastik sekali pakai

Ilustrasi. Kelompok dan komunitas konservasi berpendapat bahwa plastik, yang diproduksi dengan bahan bakar fosil, berkontribusi terhadap perubahan iklim, membahayakan kesehatan masyarakat, dan merusak lingkungan. (Mabel Amber from Pixabay)
Ilustrasi. Sekitar 7 miliar dari 9,2 miliar ton plastik yang dihasilkan dari tahun 1950-2017 menjadi sampah plastik, dengan hanya berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibuang begitu saja ke alam. (Naja Bertolt Jensen on Unsplash)
Ilustrasi. Upaya mengurangi sampah plastik dapat dilakukan dengan menggunakan kemasan yang dapat dipakai kembali atau didaur ulang. (Alexas_Fotos from Pixabay)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

CEO Tehran Times sebut penting untuk dapatkan gambaran nyata tentang Iran dan China via media
Indonesia
•
06 Dec 2023

Feature – Migran yang pulang ke daerah asal dorong pembangunan pedesaan di China
Indonesia
•
14 Mar 2024

Kisah sepasang jagawana penjaga pegunungan dan hutan di Anhui, China timur
Indonesia
•
18 Aug 2023

Survei ungkap tingkat kepuasan hidup warga Australia turun ke level terendah
Indonesia
•
20 Apr 2026


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
