
AS akan pertimbangkan pembatasan plastik sekali pakai

Ilustrasi. Kelompok dan komunitas konservasi berpendapat bahwa plastik, yang diproduksi dengan bahan bakar fosil, berkontribusi terhadap perubahan iklim, membahayakan kesehatan masyarakat, dan merusak lingkungan. (Mabel Amber from Pixabay)
Ilustrasi. Sekitar 7 miliar dari 9,2 miliar ton plastik yang dihasilkan dari tahun 1950-2017 menjadi sampah plastik, dengan hanya berakhir di tempat pembuangan akhir atau dibuang begitu saja ke alam. (Naja Bertolt Jensen on Unsplash)
Ilustrasi. Upaya mengurangi sampah plastik dapat dilakukan dengan menggunakan kemasan yang dapat dipakai kembali atau didaur ulang. (Alexas_Fotos from Pixabay)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Warga Gaza siapkan makanan gratis untuk pengungsi dan warga miskin di tengah krisis
Indonesia
•
13 Nov 2023

3,5 juta orang dewasa Kanada dilaporkan alami long COVID
Indonesia
•
09 Dec 2023

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Meta dan YouTube dinyatakan bertanggung jawab terkait kecanduan media sosial di AS
Indonesia
•
27 Mar 2026


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
