
AS serang kapal penyebar ranjau Iran di dekat Selat Hormuz

Kapal-kapal Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran terlihat dalam upacara peringatan Hari Teluk Persia Nasional di Teluk Persia di dekat Bushehr, Iran, pada 29 April 2024. (Xinhua/Shadati)
Iran telah memasang ranjau laut di perairan Selat Hormuz sejak AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Komando Pusat Amerika Serikat (AS) pada Selasa (10/3) melaporkan bahwa pihaknya telah menyerang 16 kapal penyebar ranjau Iran di dekat Selat Hormuz.
"Pasukan AS menghancurkan sejumlah kapal Angkatan Laut (AL) Iran pada 10 Maret, termasuk 16 kapal penyebar ranjau di dekat Selat Hormuz," demikian disampaikan Komando Pusat AS dalam sebuah unggahan di platform media sosial X. Sebuah video yang disertakan dalam unggahan tersebut menunjukkan amunisi menghantam sembilan kapal, yang sebagian besar tampak sedang berlabuh saat serangan terjadi.
Belum diketahui jelas apakah Iran telah memasang ranjau laut di perairan tersebut sejak AS dan Israel melancarkan serangan skala besar terhadap Iran pada 28 Februari.
Iran akan menggunakan rudal dan kapal selam untuk menghentikan pergerakan armada AS dan sekutunya yang melintasi Selat Hormuz, menurut Komandan AL Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran, Alireza Tangsiri, pada Selasa dalam sebuah unggahan di X.
Unggahan tersebut membantah klaim sebelumnya dari AS bahwa AL mereka mengawal kapal tanker minyak yang melintasi jalur perairan penting tersebut.
Gangguan terhadap lalu lintas maritim baru-baru ini di Selat Hormuz telah menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi efek riak pada pasar energi, transportasi maritim, dan rantai pasokan global, menurut Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UN Conference on Trade and Development/UNCTAD) pada Selasa.
Dalam sebuah laporan analisis, UNCTAD mengatakan bahwa eskalasi militer di kawasan tersebut telah mengganggu arus pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur vital yang mengangkut sekitar seperempat perdagangan minyak global melalui laut, beserta sejumlah besar gas alam cair dan pupuk.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Serangan terhadap kilang minyak di Timur Tengah ancam kesehatan publik
Indonesia
•
10 Mar 2026

Latihan maritim gabungan China-Rusia rampung digelar
Indonesia
•
18 Jul 2024

Atasi kejahatan di kereta bawah tanah, New York ambil langkah ekstra
Indonesia
•
08 Mar 2024

Organisasi amal Arab Saudi bagikan 7 juta paket Ramadhan di dua masjid suci
Indonesia
•
09 Apr 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
