
UE sepakat akan gunakan aset Rusia yang dibekukan untuk pertahanan Ukraina

Foto yang diabadikan pada 27 Februari 2022 ini menunjukkan kepulan asap di langit Kiev, Ukraina. (Xinhua/Lu Jinbo)
Aset-aset bank sentral Rusia (Central Bank of Russia/CBR) yang dibekukan akan digunakan untuk mendukung upaya militer Ukraina.
Brussel, Belgia (Xinhua) – Dewan Uni Eropa (UE) pada Selasa (21/5) mengumumkan bahwa para menteri dari negara-negara anggota UE telah sepakat untuk menggunakan dana dari aset-aset bank sentral Rusia (Central Bank of Russia/CBR) yang dibekukan untuk mendukung upaya militer Ukraina.Berdasarkan kesepakatan tersebut, 90 persen keuntungan dari aset-aset itu akan dialokasikan ke Fasilitas Perdamaian Eropa, sebuah skema pendanaan kelolaan UE yang menyediakan bantuan militer untuk Ukraina. Sepuluh persen sisanya akan digunakan untuk meningkatkan kapasitas industri pertahanan dan kebutuhan rekonstruksi Ukraina."Hingga 3 miliar euro pada tahun ini saja, 90 persennya akan digunakan untuk militer Ukraina," ujar Menteri Luar Negeri Ceko Jan Lipavsky di platform media sosial X.Data dari Dewan UE mencatat sekitar 260 miliar euro aset CBR telah dibekukan dalam bentuk sekuritas dan uang tunai di seluruh yurisdiksi mitra-mitra G7, UE, dan Australia. Dua pertiga lebih dari aset yang dibekukan itu disimpan di UE.*1 euro = 17.410 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Filipina janji akan tingkatkan kualitas hidup rakyat
Indonesia
•
30 Jul 2023

Surat berisi ancaman pembunuhan ditujukan kepada jaksa yang investigasi Trump
Indonesia
•
31 Mar 2023

Menhan Israel untuk kali pertama akui bertanggung jawab atas pembunuhan Ismail Haniyeh
Indonesia
•
26 Dec 2024

Media sebut Biden perintahkan peledakan pipa Nord Stream untuk tekan Jerman
Indonesia
•
28 Feb 2023


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
