Australia pantau ketat wabah virus Nipah

Ilustrasi. (Maëva Vigier on Unsplash)

Australia memiliki protokol yang jelas dalam menangani pelancong yang tiba dari luar negeri dalam kondisi sakit, dan pemerintah belum menerima rekomendasi apa pun untuk mengubah protokol tersebut.

 

Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Kesehatan Australia Mark Butler pada Jumat (30/1) mengatakan pemerintah negara tersebut memantau secara ketat wabah virus Nipah di Asia.

Butler mengatakan kepada stasiun televisi Nine Network bahwa virus Nipah belum pernah terdeteksi di Australia. Namun demikian, otoritas Australia menanggapi dengan sangat serius ancaman yang ditimbulkan oleh wabah yang mulai merebak di India pada Desember tahun lalu tersebut.

"Otoritas India menyampaikan kepada kami bahwa mereka telah mengendalikan wabah tersebut, meski demikian kami tetap memantaunya dengan sangat, sangat ketat, karena ini adalah virus yang sangat serius," ujar Butler.

Sementara itu, otoritas di Indonesia pada Kamis (29/1) menerapkan pengawasan yang lebih ketat terhadap penumpang yang tiba dari luar negeri di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Bali, yang merupakan destinasi luar negeri paling populer bagi wisatawan Australia.

Pada Jumat yang sama, Butler mengatakan Australia memiliki protokol yang jelas dalam menangani pelancong yang tiba dari luar negeri dalam kondisi sakit, dan pemerintah belum menerima rekomendasi apa pun untuk mengubah protokol tersebut.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular antara hewan dan manusia, serta dalam beberapa kasus melalui kontak antarmanusia. Virus ini diklasifikasikan sebagai patogen prioritas oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) karena potensi epideminya serta tingkat keparahan penyakit yang dapat ditimbulkannya.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait