
Apresiasi awak kapal asing, Departemen Imigrasi Taiwan berikan layanan kesehatan gratis

Tim medis memeriksa kesehatan gigi para awak kapal ikan asing yang tengah berlabuh di pelabuhan perikanan Qianzhen di Kaohsiung, Taiwan, pada 24 November 2024. (TETO)
Awak kapal ikan asing yang berlabuh di pelabuhan perikanan Qianzhen di Kaohsiung, Taiwan, mendapatkan pelayanan kesehatan gratis dan layanan pangkas rambut secara cuma-cuma yang disediakan oleh Departemen Imigrasi setempat bersama pihak pemerintah dan swasta.
Jakarta (Indonesia Window) – Setiap tahun, saat kapal penangkap ikan saury milik para nelayan Taiwan kembali ke pelabuhan perikanan Qianzhen di Kaohsiung, sebelah barat daya Pulau Formosa, sejumlah besar awak kapal asing juga berlabuh untuk beristirahat.Dalam pernyataan tertulis dari Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO) yang diterima Indonesia Window di Jakarta, Ahad, Direktur Kantor Imigrasi, Bill Chung, mengatakan bahwa musim ikan saury tahun ini sangat menarik.Para pemilik kapal serta awak kapal asing telah bekerja sangat keras, sehingga Kantor Imigrasi memberikan perawatan medis gratis kepada mereka sebagai ucapan terima kasih atas sumbangsih mereka bagi perikanan Taiwan, ujarnya.Departemen Imigrasi setempat bersama pihak pemerintah dan swasta menyambut periode tersebut dengan menyelenggarakan klinik kesehatan dan potong rambut gratis pada 24 November lalu, bagi 279 awak kapal asing.Tim Urusan Perbatasan Pelabuhan Kaohsiung menyatakan bahwa proyek klinik gratis tersebut meliputi pengobatan tradisional China (termasuk akupunktur) untuk mata, gigi, tes tekanan darah (gula darah), serta pemeriksaan USG perut, elektrokardiogram dan penyakit dalam umum.Selain itu, para awak kapal yang melaut selama bertahun-tahun sehingga jarang mendapatkan perawatan mulut, akan mendapatkan perawatan kesehatan dari dokter gigi. Sebanyak 63 orang penduduk baru Taiwan hadir sebagai penerjemah sukarelawan.Kegiatan pengobatan dan layanan gunting rambut gratis bagi 279 awak kapal asing tersebut merupakan jumlah peserta terbesar dalam beberapa tahun terakhir.Para awak kapal asing mengatakan bahwa mereka harus menempuh jarak yang jauh dan mengeluarkan biaya yang besar untuk melakukan pemeriksaan kesehatan atau berobat di kampung halaman mereka. Karena sumber daya medis di laut tidak mencukupi, selama ini mereka hanya bisa mengandalkan obat-obatan yang dijual bebas untuk meringankan rasa sakit. Saat kapal melempar sauh di pelabuhan Taiwan, mereka baru bisa mendapatkan pengobatan gratis, sembari mengatur kembali jadwal operasional kapal nelayan dan sekalian memangkas rambut untuk merapikan penampilan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Jumlah korban tewas akibat kecelakaan pesawat Air India bertambah jadi 274 orang
Indonesia
•
16 Jun 2025

Beijing akan berikan vaksin HPV gratis kepada anak perempuan kelas tujuh
Indonesia
•
14 Mar 2025

Jumlah penduduk Mesir capai 107 juta jiwa di tengah upaya atasi overpopulasi
Indonesia
•
04 Nov 2024

Bangkok bersiap hadapi peningkatan polusi udara
Indonesia
•
16 Jan 2024


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
