
Bandara Morowali terima hibah Rp177,99 miliar, landasan pacu diperpanjang 300 meter

Penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima pengembangan Bandar Udara Maleo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub RI di Jakarta, pada Selasa (21/7). (Sumber foto: Kemenhub)
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menerima hibah pembangunan dan pengembangan Bandar Udara (Bandara) Maleo di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dari PT Zhenshi Indonesia Industrial Park yang berafiliasi dengan Zhenshi Holding Group, dalam rangka memperkuat konektivitas di kawasan industri Morowali yang terus berkembang.
Penandatanganan naskah perjanjian hibah dan berita acara serah terima pembangunan dari Zhenshi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub berlangsung di Jakarta pada Selasa (21/7).
"Kita tidak hanya menyaksikan penyelesaian sebuah proyek infrastruktur, tetapi juga wujud nyata dari kemitraan yang memberikan manfaat bagi pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," kata Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi dalam keterangan resminya.
Nilai hibah dari proyek ini mencapai 177,99 miliar rupiah dengan cakupan area pengerjaan seluas 54.011 meter persegi.
Pengembangan bandara tersebut meliputi penataan jalur landasan pacu dan area keselamatan ujung landasan pacu (Runway End Safety Areas/RESA), perbaikan tanah menggunakan metode CFG Pile, perpanjangan landasan pacu sepanjang 300 meter dan lebar 30 meter, pembangunan turning area, pemasangan pagar sisi udara, serta penyempurnaan marka landasan.
Kemenhub akan melanjutkan peningkatan fasilitas melalui penguatan perkerasan landasan pacu, pelebaran apron, serta penyediaan fasilitas navigasi dan alat bantu visual (visual aid).
Dengan demikian, bandara tersebut nantinya mampu melayani pesawat berkapasitas lebih besar dengan tetap mengedepankan standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan penerbangan.
Menhub Dudy menyebutkan bahwa pengembangan bandara ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan konektivitas udara di kawasan industri dan pusat pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat, pelaku usaha, tenaga kerja, hingga distribusi logistik.
Zhenshi Holding Group mengelola kawasan industri Huabao seluas kurang lebih 20.000 hektare di Kecamatan Bungku Barat, Kabupaten Morowali.
Kawasan industri ini mencakup rantai industri nikel, serat kimia ramah lingkungan, pengolahan makanan ramah lingkungan, serta rantai pasokan energi baru.
Proyek pengembangan bandara Morowali tersebut merupakan bagian dari skema pendanaan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) yang dimulai sejak November 2024.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kemenlu China: Kunjungan Prabowo ke China tunjukkan tingginya tingkat hubungan China-Indonesia
Indonesia
•
31 Mar 2024

Moeldoko minta Mathla'ul Anwar jadi mitra strategis pemerintah
Indonesia
•
25 Mar 2021

Astrid Nadya Rizqita kembali terpilih sebagai Presiden OIC Youth Indonesia 2024-2029
Indonesia
•
29 Sep 2024

Kereta buatan China untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung debut di Indonesia
Indonesia
•
03 Sep 2022


Berita Terbaru

China-Indonesia perkuat diplomasi parlemen, kerja sama substantif jadi sasaran
Indonesia
•
21 Sep 2026

Pemerintah siapkan produksi E20 dalam dua tahun, tebu jadi sumber etanol
Indonesia
•
20 Sep 2026

ADB setujui 11,51 triliun rupiah untuk indonesia, fokus pada fiskal, digitalisasi, dan layanan publik
Indonesia
•
19 Sep 2026

Kemnaker bekali penyandang disabilitas keterampilan membuat jus sehat
Indonesia
•
18 Sep 2026
