
Batu bara kalah! PLTS jadi sumber listrik terbesar China, kapasitas terpasang capai 1,286 miliar kW

Foto yang diabadikan pada 8 Juli 2026 ini menunjukkan panel fotovoltaik di kompleks gabungan proyek penyimpanan energi surya Huadian Delingha 1 gigawatt dan proyek produksi hidrogen fotovoltaik 3 megawatt di Delingha, Provinsi Qinghai, China barat laut. (Xinhua/Shan Yuqi)
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kapasitas terpasang pembangkit listrik fotovoltaik (PV) China melampaui kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara untuk pertama kalinya, menjadikan PV sebagai sumber listrik terbesar di negara tersebut berdasarkan kapasitas terpasang, demikian disampaikan Administrasi Energi Nasional (National Energy Administration/NEA) China pada Selasa (1/9).
Kapasitas terpasang pembangkit listrik PV China mencapai 1,286 miliar kilowatt pada akhir Juli, sedikit melampaui kapasitas pembangkit listrik tenaga batu bara yang sebesar 1,285 miliar kilowatt, menurut NEA.
"Ini menandai tonggak penting dalam transisi energi hijau dan rendah karbon China," ujar Liu Zhiqiang, seorang pakar dari Dewan Kelistrikan China, seraya menambahkan bahwa sistem kelistrikan baru negara tersebut, dengan energi baru sebagai penopang utama, sedang terbentuk dengan laju yang dipercepat.
Pada akhir Juli, pembangkit listrik PV menyumbang lebih dari 30 persen dari total kapasitas terpasang pembangkit listrik China. Jika diukur berdasarkan kapasitas yang baru ditambahkan, porsinya meningkat menjadi lebih dari 40 persen dalam tujuh bulan pertama, yang menggarisbawahi ekspansi pesat sektor PV.
China telah membangun rantai industri PV lengkap yang mencakup penelitian dan pengembangan, desain, serta manufaktur terintegrasi. Kemajuan teknologi, termasuk terobosan berulang dalam efisiensi konversi PV, telah membantu mendorong peningkatan kontinu dan penurunan biaya yang cepat.
Perkembangan pesat pembangkit listrik PV dan bentuk-bentuk energi baru lainnya di China juga memberikan kontribusi positif secara global.
Dengan sistem energi terbarukan yang terbesar dan tumbuh paling cepat di dunia, negara tersebut memasok lebih dari 80 persen modul PV dan 70 persen peralatan pembangkit listrik tenaga angin di seluruh dunia, membantu transisi hijau di banyak negara.
Secara khusus, di tengah ketidakpastian pasokan energi dan bahan baku utama secara global, peningkatan kapasitas energi baru China membantunya memenuhi permintaan energi domestik sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas pasar energi dan rantai pasokan global, kata para pakar.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Produsen mobil China SAIC Motor laporkan penjualan yang kuat pada 2022
Indonesia
•
11 Jan 2023

Cadangan devisa Jepang anjlok Rp1.391 triliun dalam sebulan demi tahan penurunan yen
Indonesia
•
06 Jun 2026

Jalur kereta cepat yang beroperasi pada suhu sangat rendah angkut 670 juta penumpang dalam 10 tahun
Indonesia
•
04 Dec 2022

Singapura luncurkan platform OCEANS-X untuk tingkatkan konektivitas digital maritim
Indonesia
•
21 Apr 2026


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
