
Fokus Berita – WHO sebut situasi kemanusiaan dan kesehatan di Gaza "sangat buruk"

Seorang dokter memeriksa kondisi seorang anak laki-laki di sebuah klinik sementara di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 8 Januari 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bencana kemanusiaan dan kesehatan di Jalur Gaza sangat buruk karena ruang kemanusiaan dan akses mendapatkan layanan kesehatan makin berkurang.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (9/1) memperingatkan soal bencana kemanusiaan dan kesehatan di Jalur Gaza karena ruang kemanusiaan dan akses mendapatkan layanan kesehatan makin berkurang.Berbicara dalam taklimat pekanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui tautan video dari Gaza, Koordinator Tim Medis Darurat WHO Sean Casey menyoroti situasi yang "sangat buruk" di seluruh Jalur Gaza. Sistem kesehatan kolaps dengan cepat, dan intensitas konflik tak pernah mereda selama beberapa pekan terakhir, paparnya."Rumah-rumah sakit ditutup, para pasien tidak memiliki akses fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan terpaksa mengungsi demi keselamatan diri mereka," kata Casey.Pertikaian berdarah makin intensif di wilayah tengah dan selatan, sehingga rumah-rumah sakit yang masih buka makin mengalami kelebihan beban.
Seorang pria yang terluka dilarikan ke sebuah rumah sakit di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 5 Januari 2024. (Xinhua/Yasser Qudih)
Orang-orang mendoakan warga Palestina yang telah meninggal di pemakaman Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City pada 31 Desember 2023. (Xinhua/Mohammed Ali)
Para pengungsi Palestina menyiapkan makanan di sebuah tempat penampungan sementara di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 18 Desember 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Meski ada komplikasi kehamilan berbahaya, banyak permintaan aborsi ditolak di AS
Indonesia
•
24 Nov 2022

Taiwan pamerkan kekuatan inovasi kesehatan lewat video ‘Taiwan Cares Beyond Borders’
Indonesia
•
20 May 2026

Obituari: Elizabeth meninggal di usia 96 tahun setelah 7 dekade di atas takhta Inggris
Indonesia
•
09 Sep 2022

Feature – Kisah pilu tahanan Afghanistan yang pulang ke rumah usai 20 tahun dipenjara di AS
Indonesia
•
18 Feb 2025


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
