
Kepala SCO komentari aksi AS tembak jatuh pesawat nirawak China

Foto yang diabadikan pada 24 September 2015 ini memperlihatkan bendera nasional China (kanan) dan Amerika Serikat serta bendera Washington DC di Constitution Avenue di Washington, ibu kota Amerika Serikat. (Xinhua/Bao Dandan)
Benda nirawak sipil China yang masuk ke wilayah udara Amerika Serikat dan ditembak jatuh, dianggap sebagai sebuah reaksi berlebihan yang jelas melanggar semangat hukum internasional dan praktik internasional.
Beijing, China (Xinhua) – Sekretaris Jenderal Organisasi Kerja Sama Shanghai (Shanghai Cooperation Organization/SCO) Zhang Ming pada Rabu (15/2) mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) melanggar semangat hukum internasional dan praktik internasional ketika negara itu menembak jatuh sebuah benda udara nirawak China.Zhang melontarkan pernyataan tersebut saat menjawab pertanyaan tentang benda udara sipil nirawak yang ditembak jatuh oleh Departemen Pertahanan AS dengan rudal.Dia mengatakan pemerintah China beberapa kali menjelaskan bahwa benda udara tersebut merupakan benda nirawak sipil yang digunakan untuk tujuan penelitian meteorologis dan riset lainnya. Akibat faktor iklim, benda udara itu menyimpang jauh dari jalur yang direncanakan, sebuah situasi yang terjadi di luar kendali (force majeure).Departemen Pertahanan AS mengatakan bahwa benda udara tersebut tidak akan menimbulkan ancaman militer ataupun pribadi terhadap personel di darat, tetapi pihak AS bersikeras menggunakan kekuatan untuk menembak jatuh benda udara tersebut, sebuah reaksi berlebihan yang jelas melanggar semangat hukum internasional dan praktik internasional, kata Zhang.Dia mengatakan SCO selalu menjaga agar semua negara mematuhi tujuan dan prinsip Piagam PBB, menahan diri dari penggunaan kekuatan dan ancaman akan menggunakan kekuatan, serta menyelesaikan sengketa internasional melalui cara damai, seperti negosiasi dan konsultasi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel sebut akan segera akhiri perang intensif seiring kekerasan meningkat di Tepi Barat
Indonesia
•
16 Jan 2024

PBB: Ratusan tentara anak pemberontak Houthi tewas dalam perang Yaman
Indonesia
•
30 Jan 2022

China: AS adalah sumber persenjataan terbesar dalam perang di Ukraina
Indonesia
•
22 Feb 2023

COVID-19 – Taiwan akan pangkas masa karantina jadi 3 hari
Indonesia
•
11 Jun 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
