
Satu tahun serangan 7 Oktober, Biden kecam pembantaian Hamas dan ratapi penderitaan warga sipil di Gaza

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjalan ke arah awak media untuk berbicara sebelum menaiki Marine One di Gedung Putih di Washington DC, AS, pada 16 September 2024. (Xinhua/Hu Yousong)
Biden menegaskan dukungan pemerintahannya terhadap hak Israel untuk mempertahankan diri dari serangan Iran dan kelompok-kelompok militan yang didukung oleh Iran, termasuk Hizbullah, Hamas, dan Houthi.
Washington, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden pada Senin (7/10) mengecam pembantaian warga tak berdosa oleh Hamas dan berduka atas hilangnya nyawa warga sipil di Gaza dalam pembicaraan via telepon dengan Presiden Israel Isaac Herzog di saat dunia menandai peringatan satu tahun serangan 7 Oktober yang dilancarkan Hamas.Seraya mengungkapkan "belasungkawa mendalam" bagi 1.200 orang tak berdosa yang tewas di tangan Hamas dalam serangan "pada hari terjadinya kebrutalan yang tidak dapat diungkapkan," Biden "menekankan bahwa AS tidak akan pernah menyerah hingga berhasil memulangkan seluruh sandera yang tersisa dengan selamat," kata Gedung Putih dalam ringkasan pembicaraan via telepon itu.Biden menegaskan kembali kepada Herzog "dukungan pemerintahannya terhadap hak Israel untuk mempertahankan diri dari serangan Iran" dan kelompok-kelompok militan yang didukung oleh Iran, termasuk Hizbullah, Hamas, dan Houthi, menurut ringkasan itu."Sang presiden juga mengungkapkan kesedihan mendalam atas hilangnya nyawa tidak berdosa di Gaza dan penderitaan warga sipil Palestina yang terus berlanjut" dalam operasi militer balasan Israel di Gaza pascaserangan 7 Oktober, menurut ringkasan itu."Kedua pemimpin menegaskan kembali komitmen mereka untuk mencapai kesepakatan di Gaza yang dapat membawa para sandera pulang, mengamankan Israel, mengangkat penderitaan warga sipil Palestina, dan membuka jalan bagi perdamaian yang kekal, dengan Hamas yang tidak akan pernah lagi dapat mengendalikan Gaza atau membangun kembali kapabilitas militernya," demikian tertulis dalam ringkasan itu.
Warga terlihat di sebuah jalan di tengah puing-puing bangunan yang hancur di Kota Jabalia, Jalur Gaza utara, pada 6 Oktober 2024. Israel melancarkan serangan berskala besar terhadap Hamas di Jalur Gaza untuk membalas serangan Hamas di perbatasan Israel selatan pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan 1.200 orang dan menyebabkan sekitar 250 lainnya disandera. Selama setahun terakhir, serangan Israel ke Gaza telah menewaskan 41.825 warga Palestina dan melukai 96.910 lainnya, demikian menurut data terbaru dari otoritas kesehatan Gaza. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Rasa takut, kelegaan, dan impian: Pengakuan saksi mata terkait gejolak di Suriah
Indonesia
•
24 Dec 2024

China menentang keras pengerahan rudal balistik jangka menengah AS di Asia-Pasifik
Indonesia
•
19 Apr 2024

Trump sebut serangan Israel di Qatar diputuskan oleh PM Israel, bukan Gedung Putih
Indonesia
•
10 Sep 2025

China dukung Komoro mainkan peran lebih besar dalam urusan regional dan internasional
Indonesia
•
10 Dec 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
