
Biden mungkin longgarkan sanksi atas Venezuela, merespons pemangkasan produksi minyak

Foto yang diabadikan pada 30 September 2022 ini menunjukkan Presiden Amerika Serikat Joe Biden berpidato dalam sebuah acara di Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Liu Jie)
Pelonggaran sanksi atas Venezuela mungkin tidak dikesampingkan oleh pemerintahan Biden, guna melawan dampak keputusan yang diambil OPEC+ dalam mengurangi produksi minyak.
Washington, AS (Xinhua) – Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden tidak mengesampingkan kemungkinan pelonggaran sanksi terhadap Venezuela, mengatakan kepada reporter pada Kamis (6/10) bahwa pemerintahannya memiliki "banyak alternatif" dalam melawan dampak keputusan yang diambil sekelompok negara penghasil minyak paling terkemuka di dunia untuk mengurangi produksi."Ada banyak alternatif. Kami belum memutuskan hal itu," ujar Biden sebelum meninggalkan Gedung Putih, menyebut pengumuman yang dibuat oleh kelompok yang dikenal sebagai OPEC+ sehari sebelumnya itu sebagai "hal yang mengecewakan." Biden menjawab sebuah pertanyaan yang diajukan awak media apakah pelonggaran sanksi terhadap Venezuela menjadi salah satu opsi tersebut.Dalam pertemuan di Wina, Austria, pada Rabu (5/10), OPEC+, yang terdiri dari para anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan negara kaya minyak lainnya, mengumumkan mereka akan memangkas produksi sebesar 2 juta barel per hari mulai November mendatang.Harian Wall Street Journal pada Rabu melaporkan bahwa pemerintahan Biden sedang mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Venezuela, sehingga Chevron, perusahaan minyak utama AS, dapat diizinkan untuk melanjutkan memompa minyak di negara Amerika Latin tersebut. Washington selama ini menyerukan peningkatan produksi minyak demi menopang ekonomi global.Melansir sumber anonim dari pemerintah AS, laporan itu menguraikan bahwa pelonggaran sanksi atas Venezuela tersebut bergantung pada iktikad baik pemerintahan Presiden Nicolas Maduro untuk menggelar pembicaraan dengan pihak oposisi."Tidak ada rencana untuk mengubah kebijakan sanksi kami tanpa langkah konstruktif dari rezim Maduro," tutur Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS Adrienne Watson, seperti dilansir harian itu.Dalam sebuah background call pada Rabu (5/10), seorang pejabat pemerintah senior mengatakan kepada reporter bahwa kebijakan AS terkait Venezuela tidak berubah. "Kami tetap meyakini bahwa dialog yang dipimpin oleh Venezuela yang mengarah pada pemulihan pemilihan umum yang bebas dan adil di negara itu menjadi prioritas teratas kami dan siap untuk menyesuaikan seluruh kebijakan sanksi kami," kata pejabat tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump sebut Zelensky siap lakukan perundingan damai "sesegera mungkin"
Indonesia
•
06 Mar 2025

Majelis Umum PBB adopsi resolusi terkait langkah-langkah untuk perangi Islamofobia
Indonesia
•
16 Mar 2024

Media Israel sebut rencana duduki Gaza City butuh waktu 6 bulan
Indonesia
•
10 Aug 2025

China catat 130 juta perjalanan penumpang selama libur Festival Musim Semi
Indonesia
•
09 Feb 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
