CEO 4848: Peluang Indonesia besar untuk ekspor komoditas ke AS

CEO/Presiden Direktur 4848 Group Dadan Pahlawan saat menyampaikan paparan tentang perusahaannya dalam webinar pada Ahad (16/10/2022). (Indonesia Window)
Bisnis 4848 Group
Sejumlah universitas negeri terkemuka di Amerika Serikat, Inggris dan Arab Saudi telah mengundang Dadan, karena tertarik dengan transformasi 4848 Group sebagai entitas bisnis keluarga ke pentas dunia.Seorang master dari jurusan bisnis internasional pada sebuah universitas di San Diego, AS, itu melihat pasar luar negeri bisa menjadi alternatif untuk menyiasasti persaingan bisnis yang makin ketat di Tanah Air.Di banyak negara, tak terkecuali di Indonesia, bisnis keluarga terbukti menjadi mesin pertumbuhan bagi perekonomian, menciptakan lapangan pekerjaan dan memainkan peran kunci di dalam perekonomian.Dengan sentuhan demi sentuhan profesional, 4848 Group telah menjadi perusahaan keluarga yang modern, dan membuka cabang di beberapa negara seperti Singapura, Malaysia, Uni Emirat Arab dan AS.Bidang jasa 4848 Group juga dipakai oleh banyak perusahaan kelas dunia yang bergerak di berbagai sektor, di antaranya IT kebandaraan, umroh/haji, properti, kontraktor pengerukan, konsultan bisnis, penyewaan kapal, perkebunan dan pertanian.Sebelum meluaskan sayap perusahaannya, Dadan bersahabat antara lain dengan Prof. Alex Lara, warga negara AS yang pernah menjadi pimpinan di perusahaan-perusahaan bertaraf internasional, seperti JP. Morgan dan kemudian menjadi guru besar di University of Huston Texas.Selain itu, Dadan juga bersahabat dengan Dr. Chacko dari Clayton University. Dengan jejaring yang dimiliki sahabatnya itu Dadan diundang untuk berceramah di depan mahasiswa dan pengajar di berbagai perguruan tinggi negeri.Para akademisi memberikan pengakuan atas keberhasilan perusahaan nasional Indonesia itu yang telah berusia 62 tahun.Dadan pernah menjadi pembicara tentang Cross Border Financing and Entrepreneur Leadership (Pembiayaan Lintas Batas dan Kepemimpinan Wirausaha) dan menjadi dosen tamu di Universitas Loughborough London, Inggris, untuk menyampaikan pandangan dan pengalaman tentang kepemimpinan wirausaha dalam bisnis keluarga.Ketika menjadi pembicara di Sarajevo Business Forum (SBF) pada Mei lalu, dia menyampaikan soal kemitraan bisnis pemerintah dan swasta dalam upaya pemulihan ekonomi dari pandemik Covid-19.Dalam paparannya, Dadan tidak hanya mengungkapkan tentang keberhasilan bisnis keluarga tetapi juga masalah yang dihadapi dan solusinya.Kemampuan untuk memahami bisnis internasional, finansial dan hubungan masyarakat adalah keterampilan dan pengetahuan yang dia peroleh dari pekerjaannya.College of Business Al-Faisal University di Riyadh juga mengundang Dadan pada Mei lalu sebagai dosen tamu, sedangkan King Abdullah Economic City di Jeddah memintanya menjadi penasihat.Kelompok usaha 4848 Group akan tetap fokus melanjutkan transformasi bisnis yang sudah dilakukan sejak 2004 karena menajemen melihat jasa transportasi akan mengalami banyak tantangan baik dari sisi regulasi, kondisi usaha, kemacetan dan juga persaingan global.4848 Group yang pertama kali didirikan pada 4 Agustus 1959 oleh Irawan Sarpingi tersebut dimulai dengan layanan taksi dalam kota, dan jasa ekspedisi operator ini menjadi cikal bakal perusahaan taksi di Indonesia.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Lebih 99.000 pemudik akan berangkat-tiba melalui Bandara Soetta
Indonesia
•
26 Apr 2022

COVID-19 – 450.000 tenaga kesehatan dapat vaksinasi dosis ketiga
Indonesia
•
25 Aug 2021

COVID-19 – 3.604 WNI di luar negeri positif
Indonesia
•
01 Mar 2021

China dan Indonesia genjot kerja sama keuangan via LCT dan kode QR pembayaran
Indonesia
•
14 Sep 2025
Berita Terbaru

Fokus Berita – Lembaga konservasi minta dilibatkan dalam pembuatan peraturan oleh pemerintah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature - Napas budaya Mahasiswa Indonesia di Singapura
Indonesia
•
27 Jan 2026

Kajian ilmiah – Dr. Syafiq Riza Basalamah bedah urgensi akhlak dan kekuatan doa di CONNECT 2026
Indonesia
•
26 Jan 2026

Tantangan zaman makin kompleks, CONNECT 2026 hadirkan 'event' dakwah perspektif global
Indonesia
•
24 Jan 2026
