
BOCHK kembali dukung penerbitan Dim Sum Bond pemerintah Indonesia

Bank of China (Hong Kong) Limited Cabang Jakarta menggelar seminar bertajuk 'Potensi Kerja Sama Transaksi Renminbi Lintas Negara dan Mata Uang Lokal Indonesia-China dalam Kerangka LCT' di Semarang, Provinsi Jawa Tengah, pada 5 Februari 2026. (Xinhua/Abdul Azis Said)
Dim Sum Bond kali ini bernilai sekitar 31,1 miliar renminbi (RMB), menandai penerbitan terbesar di Asia Tenggara yang dijamin oleh BOCHK hingga saat ini. Nilai tersebut terdiri dari 9,25 miliar Renminbi CNH dan 2,7 miliar Euro.
Jakarta, Indonesia (Xinhua/Indonesia Window) – Bank of China (Hong Kong) (BOCHK) kembali dipercaya menjadi Joint Lead Manager dan Joint Bookrunner dalam penerbitan Dim Sum Bond, obligasi pemerintah Republik Indonesia (RI) berdenominasi Renminbi CNH, untuk kedua kalinya pada 25 Februari lalu. Seiring kesuksesan penerbitan obligasi kali ini, BOCHK menegaskan komitmennya untuk mendukung setiap negara dalam menyediakan pembiayaan yang inovatif di berbagai mata uang dan pasar.
Penerbitan Dim Sum Bond kali ini sedikit berbeda dari penerbitan pertama pada Oktober tahun lalu, ketika pemerintah Indonesia menerbitkan obligasi dalam dua mata uang sekaligus yakni CNH dan Euro, menandai partisipasi perdana BOCHK dalam penawaran obligasi publik berdenominasi Euro oleh pemerintah Indonesia.
"Hal ini mencerminkan kepercayaan kuat Pemerintah Indonesia terhadap kemampuan layanan lintas mata uang dan lintas pasar BOCHK yang komprehensif," kata Wakil Kepala Eksekutif BOCHK Wang Huabin dalam keterangan resminya.
Nilai penerbitan obligasi kali ini sekitar 31,1 miliar renminbi (RMB), menandai penerbitan terbesar di Asia Tenggara yang dijamin oleh BOCHK hingga saat ini. Nilai tersebut terdiri dari 9,25 miliar Renminbi CNH dan 2,7 miliar Euro.
Wang Huabi mengatakan penerbitan Dim Sum Bond kali ini berhasil menarik perhatian luas dari investor global, mengindikasikan kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia. Di sisi lain, penerbitan obligasi ini juga semakin memperkaya ekosistem produk obligasi RMB dan Euro di pasar keuangan Hong Kong, memberikan investor lebih banyak pilihan mata uang sekaligus menyuntikkan momentum baru ke dalam konektivitas keuangan antara pasar Hong Kong, Asia Tenggara, dan Eropa.
Obligasi dalam RMB kali ini diterbitkan dalam tiga tenor yakni tiga tahun, lima tahun, dan 10 tahun, sementara Euro menawarkan opsi delapan tahun, 12 tahun, dan 20 tahun. Tingginya minat investor terhadap obligasi dua mata uang ini tercermin dari jumlah keseluruhan permintaan yang mencapai 1,84 kali untuk obligasi berdenominasi RMB dan 3,51 kali untuk Euro.
BOCHK sepenuhnya terlibat dalam pelaksanaan dan pengelolaan penerbitan obligasi ini dengan berpartisipasi dalam dokumentasi, penjualan, penetapan harga, dan penyelesaian. BOCHK juga memastikan akan terus menyediakan solusi pembiayaan inovatif di berbagai mata uang dan pasar, berkontribusi pada pengembangan Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional, serta mempromosikan penggunaan RMB lintas perbatasan dan internasional.
Dalam keterangan resminya, Kementerian Keuangan Republik Indonesia juga menyebutkan bahwa keberhasilan penerbitan Dim Sum Bond kedua ini menunjukkan kepercayaan berkelanjutan dari investor global terhadap Indonesia. Minat yang tinggi tersebut didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat, disiplin fiskal yang terjaga, serta basis investor internasional yang beragam. Hasil penerbitan ini secara umum akan digunakan untuk pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

UE kritik tarif AS, janji beri respons tegas jika "jadi sasaran"
Indonesia
•
04 Feb 2025

HKEX targetkan netralitas karbon pada 2024 dan ‘net zero’ pada 2040
Indonesia
•
29 Nov 2023

Proyek PLTS besar di Tibet hasilkan 247 juta kilowatt-jam listrik setiap tahun
Indonesia
•
28 Dec 2022

LIPI: Ekonomi Indonesia 2020 Melambat
Indonesia
•
20 Dec 2019


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
