
AS didesak tak terapkan langkah diskriminatif dan restriktif pada mahasiswa China

Para pelajar China mengunjungi Rumah Persahabatan China-AS di Muscatine, Iowa, AS, pada 31 Januari 2025, dalam sebuah perjalanan untuk merayakan Tahun Baru Imlek dengan pelajar AS. (Xinhua/Xu Jianmei)
China mendesak pihak Amerika Serikat agar tidak menerapkan langkah-langkah diskriminatif dan restriktif terhadap mahasiswa China.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri China Mao Ning pada Kamis (20/3) mendesak pihak Amerika Serikat (AS) untuk tidak menerapkan langkah-langkah diskriminatif dan restriktif terhadap mahasiswa China.Menurut sejumlah laporan media, seorang politikus Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS mengirim surat ke enam universitas AS, meminta informasi tentang mahasiswa China mereka karena masalah "keamanan nasional"."Kami mendesak pihak AS untuk berhenti melebih-lebihkan konsep keamanan nasional, secara efektif melindungi hak dan kepentingan sah mahasiswa China, serta tidak menerapkan langkah-langkah diskriminatif dan restriktif terhadap mereka," kata sang jubir dalam sebuah konferensi pers harian saat menjawab pertanyaan terkait.Menurut Mao, mahasiswa China mencakup sekitar seperempat dari populasi mahasiswa internasional di AS.Kerja sama pendidikan tidak hanya memperluas jalur pertukaran antara mahasiswa kedua negara dan meningkatkan kesepahaman antara kedua bangsa, tetapi juga berkontribusi bagi kemakmuran ekonomi serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) AS, tuturnya, seraya menambahkan bahwa kerja sama tersebut sesuai dengan kepentingan kedua belah pihak.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

UNDP: Ekonomi Lebanon berpotensi susut 9,2 persen pada 2024 jika konflik berlanjut
Indonesia
•
25 Oct 2024

Badan pengawas antipakat Jepang akan keluarkan peringatan untuk anak perusahaan Toyota
Indonesia
•
02 Jul 2024

China siap dorong hubungan dengan Australia berdasarkan prinsip saling menghormati
Indonesia
•
22 Dec 2022

COVID-19 – Saudi setujui pendaftaran vaksin Pfizer dari AS
Indonesia
•
11 Dec 2020


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
