BUMN Migas China siap perluas kerja sama di Indonesia

Para pekerja memantau kegiatan pengeboran di Area 13 North Duri Development (NDD) Lapangan Duri, Riau,15 Oktober 2021. (PERTAMINA/ENERGIA/Adityo Pramono)
China National Petroleum Corporation (CNPC), BUMN China yang bergerak di bidang migas, menyatakan siap mengeksplorasi kerja sama yang lebih luas di Indonesia.
Jakarta (Xinhua) – China National Petroleum Corporation (CNPC), BUMN China yang bergerak di bidang migas, menyatakan siap mengeksplorasi kerja sama yang lebih luas di Indonesia. Perusahaan tersebut melalui anak usahanya, PetroChina International Jabung Ltd (PCJL), telah beroperasi di Wilayah Kerja Jabung, Jambi, sejak 2002.Presiden Direktur CNPC Dai Houliang bersama sejumlah rombongan diketahui menggelar kunjungan kerja ke kantor SKK Migas di Jakarta pada 5 September lalu, dan disambut oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif beserta Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto.Dalam paparannya, Dai menyampaikan kesiapan untuk memperluas kerja sama eksplorasi pengembangan migas, pengembangan energi baru dan teknologi. Perluasan kerja sama ini sebagai bagian dari Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra (BRI). Selain itu, ia menilai Indonesia telah menjadi salah satu tujuan investasi strategis bagi China di Asia Tenggara dengan keunggulan geografis, sumber daya migas yang besar, dan potensi sumber energi lainnya."CNPC tertarik untuk terus menjajaki peluang di daerah cekungan (basin), area terbuka (open area), dan wilayah kerja lain yang sudah dikenalkan SKK Migas," ujar Dai dikutip dari keterangan resmi yang dikeluarkan SKK Migas pada Selasa (12/9).CNPC saat ini hadir di Indonesia melalui PCJL yang menggarap Wilayah Kerja Jabung sejak 2002. Perusahaan tersebut juga baru saja memperoleh perpanjangan kontrak untuk 20 tahun ke depan.Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto memastikan pihaknya akan terus memberikan dukungan terhadap CNPC dengan harapan perusahaan tersebut dapat terus meningkatkan investasi hulu migas di Indonesia. SKK Migas juga berharap CNPC bisa mendukung pengembangan hulu migas ramah lingkungan dan rendah karbon di Indonesia.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

PLTS terapung Cirata senilai 1,8 triliun rupiah akan produksi 250 GW per jam/tahun
Indonesia
•
18 Dec 2020

Sriwijaya Air bawa 62 orang jatuh di Laut Jawa
Indonesia
•
10 Jan 2021

Jokowi serukan ASEAN jangan jadi proksi, tekankan stabilitas kawasan
Indonesia
•
03 Feb 2023

Abu Bakar Ba'asyir bebas setelah jalani hukuman 15 tahun
Indonesia
•
08 Jan 2021
Berita Terbaru

Fokus Berita – Lembaga konservasi minta dilibatkan dalam pembuatan peraturan oleh pemerintah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature - Napas budaya Mahasiswa Indonesia di Singapura
Indonesia
•
27 Jan 2026

Kajian ilmiah – Dr. Syafiq Riza Basalamah bedah urgensi akhlak dan kekuatan doa di CONNECT 2026
Indonesia
•
26 Jan 2026

Tantangan zaman makin kompleks, CONNECT 2026 hadirkan 'event' dakwah perspektif global
Indonesia
•
24 Jan 2026
