China serukan agar PBB prioritaskan sumber daya keuangan untuk pembangunan

Foto yang diabadikan pada 14 September 2020 ini memperlihatkan pemandangan di luar markas besar PBB di New York City, Amerika Serikat. (Xinhua/Wang Ying)
"Kami berharap Sekretariat (PBB) dapat mengoptimalkan alokasi anggaran guna memastikan bahwa pembangunan diprioritaskan dengan sumber daya keuangan yang memadai dan berkelanjutan, untuk merespons kesulitan dan kekhawatiran nyata negara-negara berkembang, serta mendorong implementasi Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030."
PBB (Xinhua) – China berharap Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dapat memprioritaskan sumber daya keuangannya untuk pembangunan agar lebih mencerminkan kebutuhan dan kekhawatiran negara-negara berkembang, demikian disampaikan oleh utusan China pada Rabu (12/10).Pernyataan tersebut disampaikan oleh Cheng Lie, penasihat Misi Tetap China untuk PBB, pada pertemuan Komite Kelima Majelis Umum PBB. Dalam pertemuan itu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengemukakan rencana program dan usulan anggaran program untuk 2023 dari organisasi dunia itu.Di situasi saat ini, negara-negara berkembang tengah menghadapi tantangan yang lebih besar dalam pemulihan ekonomi dan mengharapkan dukungan yang lebih baik dari PBB. Namun, level anggaran seksi pembangunan mengalami peningkatan yang terlalu tipis untuk mencerminkan permintaan dan seruan negara-negara berkembang, kata Cheng."Kami berharap Sekretariat (PBB) dapat mengoptimalkan alokasi anggaran guna memastikan bahwa pembangunan diprioritaskan dengan sumber daya keuangan yang memadai dan berkelanjutan, untuk merespons kesulitan dan kekhawatiran nyata negara-negara berkembang, serta mendorong implementasi Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030," lanjutnya.China menyadari dengan keprihatinan bahwa berdasarkan seksi 24, Sekretariat PBB untuk kali pertama menyertakan sumber daya untuk mengimplementasikan mandat yang diperkirakan akan diadopsi atas nama mandat yang baru dan diperluas, kata Cheng.Memberikan prapenilaian terhadap mandat Majelis Umum atau Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan mengalokasikan sumber daya potensial ke seksi anggaran pada masa awal bertentangan dengan prinsip dasar "mandat terlebih dahulu, kemudian program, dan terakhir anggaran," paparnya.Rencana program yang disetujui oleh Majelis Umum menjadi dasar untuk anggaran program, yang mencerminkan rencana program dari perspektif keuangan. Rencana program umumnya memastikan bahwa PBB akan dapat secara akurat mengimplementasikan mandat dan prioritas negara-negara anggota. Tak satu pun dari kedua hal itu dapat diremehkan atau diabaikan. Setiap perubahan dalam modalitas anggaran seharusnya tidak melemahkan atau memutus hubungan di antara keduanya, kata Cheng.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Lebih dari 2,4 juta wisman kunjungi Filipina pada 2022
Indonesia
•
29 Dec 2022

Kemenristek kembangkan teknologi garam optimalkan serapan industri
Indonesia
•
05 Oct 2020

Fokus Berita – China tingkatkan daya komputasi sebagai katalisator ekonomi baru
Indonesia
•
09 Jul 2024

Jaringan farmasi AS Rite Aid ajukan kebangkrutan
Indonesia
•
18 Oct 2023
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
