
COVID-19 – Badan kesehatan UE minta Eropa bersiap hadapi gelombang baru

Orang-orang menaiki kereta bawah tanah di sebuah stasiun metro di Roma, Italia, pada 1 Mei 2022. (Xinhua/Jin Mamengni)
Gelombang baru COVID-19 mungkin akan menghantam Eropa menjelang masuknya musim dingin, meski terjadi penurunan kasus COVID-19 di kawasan tersebut.
Den Haag, Belanda (Xinhua) – Badan Pengawas Obat-obatan Eropa (European Medicines Agency/EMA) pada Selasa (20/9) mengatakan bahwa meski terjadi penurunan kasus COVID-19 di Eropa, pandemik belum berakhir dan semua negara harus bersiap untuk menghadapi gelombang baru."Data menunjukkan bahwa selama beberapa pekan terakhir telah terjadi penurunan dalam hal jumlah keseluruhan kasus dan kematian yang disebabkan oleh COVID-19 di Eropa," kata Marco Cavaleri, kepala divisi Ancaman Kesehatan dan Strategi Vaksin EMA, dalam konferensi pers."Namun, seiring semakin dekatnya musim gugur, kita perlu bersiap menghadapi gelombang infeksi baru," katanya.Cavaleri menuturkan bahwa skenario yang sama terjadi dalam dua tahun terakhir, dengan gelombang baru muncul pada musim gugur dan bahwa tren ini kemungkinan akan kembali berulang tahun ini.Cavaleri juga menekankan pentingnya mewaspadai varian-varian baru dari virus corona."Varian Omicron BA.5 masih menjadi varian dominan yang menyebar di Eropa," ujar Cavaleri. "Kita masih harus mewaspadai varian-varian lain. Sebagai contoh, BA.4.6 menyebar dengan cepat di Amerika Serikat dan sudah terdeteksi di Eropa. Selain itu, varian BA.2.75 adalah variant of concern.""Hal yang pasti bagi saya dan hal yang harus sangat diperjelas dari presentasi Dr. Cavaleri adalah bahwa pandemi dianggap masih berlangsung di Eropa," tambah Direktur Kesehatan EMA Steffen Thirstrup.Komite Produk Obat untuk Penggunaan Manusia (Committee for Medicinal Products for Human Use/CHMP) EMA merekomendasikan pengotorisasian vaksin hasil adaptasi yang menargetkan subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 selain galur asli COVID-19.
Seorang tenaga kesehatan menyesuaikan letak spanduk informasi di tengah terpaan angin di sebuah tenda skrining tes COVID-19 cepat di Paris, Prancis, pada 1 April 2022. (Xinhua/Gao Jing)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Singapura berencana lestarikan kediaman Lee Kuan Yew sebagai monumen nasional
Indonesia
•
04 Nov 2025

Telaah – Seberapa parah bencana kelaparan di Gaza?
Indonesia
•
24 Aug 2025

London School Jakarta kembali angkat ‘adjunct professor’
Indonesia
•
02 Sep 2022

Penggunaan kokain terus tunjukkan tanda peningkatan di seluruh Kanada
Indonesia
•
02 Nov 2023


Berita Terbaru

IOC bakal beri hibah Rp179 juta untuk setiap atlet Olimpiade, ini syaratnya
Indonesia
•
26 Jun 2026

Obesitas kini jadi 'musuh nomor satu' kesehatan Australia, hampir sepertiga orang dewasa terdampak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Museum Tekstil Jakarta rayakan hari jadi ke-50 dengan pameran Wastra Tradisional Klasik
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Tren makanan kukus dan rebus meningkat di Jakarta, warga urban mulai tinggalkan gorengan
Indonesia
•
23 Jun 2026
