
Data sementara menunjukan sebanyak 162 orang meninggal di gempa Cianjur

Kerusakan bangunan akibat gempabumi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Senin (21/11/2022). (BPBD Kabupaten Cianjur)
Sebanyak 162 orang meninggal dalam gempa Cianjur, namun angkanya masih belum bisa dipastikan, kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy dalam jumpa pers di Cianjur, Selasa.
Jakarta (Indonesia Window) – Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, mengatakan data korban gempa M 5,6 Cianjur belum bisa dipastikan, dan data sementara melaporkan sebanyak 162 orang meninggal.Sebanyak 162 orang meninggal dalam gempa Cianjur, namun angkanya masih belum bisa dipastikan, kata Menko Muhadjir dalam jumpa pers di Cianjur seperti rekaman yang dibagikan kepada wartawan, Selasa.Pernyataan itu disampaikan Muhadjir setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak dalam penanganan tanggap bencana gempa Cianjur.Hadir dalam kesempatan itu Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, hingga Bupati Cianjur Herman Suherman."Kami atas nama pemerintah mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan ikut prihatin yang mendalam atas kejadian yang betul-betul di luar kehendak kita semua," ujar Muhadjir, seperti dikutip oleh detiknews."Mudah-mudahan mereka yang menjadi korban bencana di Cianjur ini termasuk orang-orang yang syahid karena dalam ajaran agama yang saya yakini mereka-mereka yang meninggal karena bencana itu kematiannya setara atau setingkat dengan orang-orang yang meninggal dalam keadaan syahid," kata Muhadjir.Gempa yang terjadi pada pukul 13:21:10 WIB, Senin, tersebut dirasakan di Cianjur pada skala MMI (Modified Mercalli Intensity) V-VI, Garut (MMI IV – V), Sukabumi (MMI IV – V), Cimahi (MMI III), Lembang (MMI III), dan Kota Bandung (MMI III).Gempa tersebut juga dirasakan di Cikalong Wetan (MMI III), Rangkas Bitung (MMI III), Bogor (MMI III), Bayah (MMI III), Rancaekek (MMI II – II), Tangerang Selatan (MMI II – III), Jakarta (MMI II – III), Depok (MMI II – III), Tangerang (MII II – II), dan Bakauheni (MMI III).Gempa dangkal yang tidak berpotensi tsunami tersebut terjadi pada koordinat 6,84 LS, 107,05 BT, di kedalaman 11 km di darat, 10 km Barat Daya Kabupaten Cianjur.Berdasarkan kajian inaRISK, sebanyak 32 kecamatan di Kabupaten Cianjur memiliki potensi bahaya gempa bumi dengan kategori sedang hingga tinggi.BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi bahaya gempa bumi.Warga di wilayah terdampak gempa diimbau untuk memeriksa struktur bangunan sebelum masuk kembali ke rumah mereka, guna memastikan tidak ada kerusakan seperti tiang rumah, kuda-kuda atap, dan struktur lainnya.Warga juga diminta agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dengan terus mengikuti pemutakhiran data dari lembaga berwenang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden bahas kerja sama kesehatan hingga industri kapal listrik bersama Sistema Group
Indonesia
•
22 Nov 2025

Presiden Jokowi bertemu Kepala Departemen Internasional Komite Sentral CPC
Indonesia
•
01 Sep 2022

Produsen mobil listrik Neta mulai produksi lokal di Indonesia pada Mei 2024
Indonesia
•
13 Mar 2024

Pemerintah upayakan bus Indonesia masuk Arab Saudi, layani jamaah
Indonesia
•
26 Nov 2020


Berita Terbaru

Patrialis Akbar ingatkan hakim: Salah memutus perkara, pertanggungjawabannya hingga akhirat
Indonesia
•
12 Aug 2026

Program Magang Nasional 2026 dibuka, pemerintah siapkan 150 ribu kesempatan bagi lulusan perguruan tinggi
Indonesia
•
11 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (2 dari 3 tulisan)
Indonesia
•
08 Aug 2026

Analisis – Ke mana mengalirnya uang jemaah haji Indonesia? Ada potensi ekonomi yang bisa kembali ke Tanah Air (selesai)
Indonesia
•
08 Aug 2026
