
Defisit perdagangan AS melonjak 12,2 persen pada 2022

Kapal kontainer bermuatan penuh terlihat di pelabuhan Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 29 Oktober 2021. (Xinhua)
Defisit perdagangan Amerika Serikat melonjak sebesar 12,2 persen pada 2022 di tengah ekspor dan impor yang lebih kuat, dengan defisit barang dan jasa mencapai 948,1 miliar dolar AS pada 2022, naik dari 845 miliar dolar AS pada 2021.
Washington, AS (Xinhua) – Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) melonjak sebesar 12,2 persen pada 2022 di tengah ekspor dan impor yang lebih kuat, menurut data yang dirilis oleh Biro Analisis Ekonomi AS dan Biro Sensus AS pada Selasa (7/2).Defisit barang dan jasa mencapai 948,1 miliar dolar AS pada 2022, naik dari 845 miliar dolar AS pada 2021. Nilai ekspor tercatat sebesar 3 triliun dolar AS, naik 453,1 miliar dolar AS dari 2021. Nilai impor tercatat sebesar 3,96 triliun dolar AS, naik 556,1 miliar dolar AS dari 2021.Defisit barang dan jasa berada di angka 3,7 persen dari produk domestik bruto dolar saat ini pada 2022, naik dari 3,6 persen pada 2021, tunjuk laporan itu.Peningkatan defisit barang dan jasa pada 2022 mencerminkan peningkatan defisit barang sebesar 9,3 persen menjadi 1.191,8 miliar dolar AS dan penurunan surplus jasa sebesar 0,6 persen menjadi 243,7 miliar dolar AS, sebut laporan itu.*1 dolar AS = 15.055 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Prabowo resmikan pabrik perakitan kendaraan komersial listrik, tonggak baru industrialisasi hijau nasional
Indonesia
•
10 Apr 2026

Harga minyak ‘rebound’ di Asia, dipicu gangguan ekspor minyak Rusia
Indonesia
•
04 Mar 2022

China akan tingkatkan industri peralatan perlindungan lingkungan
Indonesia
•
22 Jan 2022

Indeks harga produsen China turun 5,4 persen pada Juni 2023
Indonesia
•
11 Jul 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
