Jajak pendapat: Mayoritas warga California yakin demokrasi AS dalam masalah serius

Foto yang diabadikan pada 3 Juli 2025 ini menunjukkan gedung Capitol AS di Washington DC, Amerika Serikat. (Xinhua/Hu Yousong)
Demokrasi Amerika Serikat berada dalam masalah serius, menurut mayoritas pemilih di California yang ikut dalam jajak pendapat.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Mayoritas pemilih di California meyakini bahwa demokrasi Amerika Serikat (AS) berada dalam masalah serius, menurut jajak pendapat yang belum lama ini diterbitkan oleh Institut Studi Pemerintahan di University of California Berkeley (UC Berkeley).Jajak pendapat yang dirilis pada Kamis (10/7) itu menunjukkan 64 persen pemilih terdaftar di negara bagian berpenduduk terbanyak di AS tersebut setuju bahwa "demokrasi Amerika sedang diserang", sementara 26 persen berpendapat bahwa demokrasi AS "sedang diuji, tetapi tidak diserang". Hanya 10 persen pemilih di California menganggap demokrasi AS "tidak dalam bahaya".Sedikitnya 60 persen pemilih terdaftar di semua kelompok demografi setuju bahwa demokrasi AS sedang diserang, menurut jajak pendapat tersebut. Keyakinan bahwa demokrasi Amerika sedang diserang mencatat angka tertinggi di kalangan responden berusia 65 tahun ke atas (70 persen), responden kulit putih (69 persen), dan responden kulit hitam (74 persen).Menurut jajak pendapat tersebut, hanya 1 persen responden kulit hitam merasa demokrasi Amerika tidak dalam bahaya."Hasil ini menggarisbawahi kekhawatiran mendalam yang dirasakan banyak pemilih California mengenai kondisi demokrasi Amerika. Beberapa tahun yang lalu, sulit membayangkan mayoritas pemilih akan menganggap demokrasi AS berada di bawah ancaman serius," tutur Eric Schickler, salah satu direktur Institut Studi Pemerintahan UC Berkeley.Jajak pendapat tersebut dilakukan dengan menyebarkan undangan melalui surel dan pesan teks kepada 6.400 lebih pemilih terdaftar di California yang dipilih dengan metode stratified random sample dari periode 2-6 Juni.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

China perpanjang masa tinggal transit bebas visa hingga 240 jam dan perbanyak titik masuk
Indonesia
•
17 Dec 2024

COVID-19 – AS laporkan lebih dari 100.000 kasus pada anak selama 4 pekan terakhir
Indonesia
•
08 Mar 2023

Aksi kekerasan di Lebanon paksa 90.000 orang mengungsi
Indonesia
•
29 Sep 2024

Sekjen PBB peringatkan soal efek limpahan dari konflik Israel-Palestina
Indonesia
•
12 Oct 2023
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026
