
Bekas desa pastoral di Xinjiang China berubah jadi pusat pariwisata

Foto dari udara yang diabadikan pada 6 November 2023 ini menunjukkan pemandangan Desa Bogdal di Prefektur Otonom Etnis Mongol Bortala, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut. (Xinhua/Zhao Chenjie)
Desa Bogdal di wilayah Wenquan, Prefektur Otonom Etnis Mongol Bortala, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, memiliki lingkungan alam unik, dan telah mengeksplorasi mode terpadu yang menggabungkan industri, budaya, dan pariwisata.
Urumqi, Daerah Otonom Uighur Xinjiang (Xinhua) – Di sebuah desa di China barat laut, mural-mural berwarna cerah menghiasi banyak rumah, yang menggambarkan seorang gadis dengan kostum tradisional Mongolia sedang memeluk seekor domba, seorang penggembala menuntun seekor unta berbulu cokelat tua, dan sejumlah domba yang sedang merumput di padang rumput atau menatap dengan penuh rasa ingin tahu ke arah orang-orang yang lewat.Mural-mural tersebut, yang berada di Desa Bogdal di wilayah Wenquan, Prefektur Otonom Etnis Mongol Bortala, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, memberikan gambaran sekilas tentang kehidupan sehari-hari di bekas desa pastoral itu. Di sepanjang jalan utama desa juga terlihat barang-barang tua, misalnya gerobak sapi, yang dijadikan sebagai elemen dekoratif.Seorang wisatawan bermarga Jia, yang baru pertama kali mengunjungi Bogdal, mengaku terkesan dengan suasana budaya yang unik di desa tersebut. "Berkeliling di sini membawa saya kembali ke masa kecil saya," kata Jia yang berasal dari Kota Tacheng di Xinjiang. "Benda-benda tua, seperti gerobak sapi, digunakan oleh keluarga kami ketika saya masih kecil."Jia bukanlah satu-satunya wisatawan yang terpikat oleh pesona desa tersebut. Bahkan di penghujung musim gugur ini, ketika suhu di Bogdal terkadang turun hingga di bawah nol derajat Celsius, para wisatawan terlihat berswafoto atau berfoto bersama, dan mengantre untuk mencicipi makanan khas setempat.Zhu Shengjuan, pemilik sebuah lahan wisata pertanian (agritainment) di Bogdal, sedang sibuk bersama karyawannya. Mereka menyiapkan makan siang untuk beberapa kelompok wisatawan. Duduk di dalam yurt, tenda khas etnis Mongol atau Kazak, para pengunjung dapat menikmati hidangan lezat dari berbagai kelompok etnis, seperti kebab daging kambing panggang dan pilaf daging kambing tradisional. Pilaf merupakan hidangan pokok yang memadukan nasi putih, daging kambing, wortel, bawang bombai, dan terkadang buah-buahan kering.
Seorang koki membawa hidangan pilaf daging kambing di lahan wisata pertanian milik Zhu Shengjuan di Desa Bogdal di Prefektur Otonom Etnis Mongol Bortala, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, pada 6 November 2023. (Xinhua/Li Xin)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Telaah – Perundingan gencatan senjata mandek, masa depan Gaza terombang-ambing (Bagian 1 dari 2)
Indonesia
•
04 Mar 2025

WHO: Serangan Israel hancurkan rumah sakit terbesar di Gaza
Indonesia
•
03 Apr 2024

Feature – Bertahun-tahun mengungsi, para pengungsi Palestina di Yordania tetap rindukan tanah air
Indonesia
•
21 Jun 2024

Museum China pamerkan beras berusia 10.000 tahun
Indonesia
•
22 Nov 2021


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
