Feature – Warga Gaza yang terluka hadapi kondisi mengancam jiwa di tengah kekurangan obat dan bahan bakar

Seorang pasien anak menerima perawatan di Rumah Sakit Nasser di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 19 Agustus 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Di kamp pengungsi al-Nuseirat di Gaza tengah, dua saudara perempuan, Dima dan Lama Aqel, berjuang untuk bertahan hidup di daerah kantong yang terkepung tersebut, di tengah kelangkaan obat-obatan dan sistem perawatan kesehatan yang berada di ambang kehancuran.
Gaza, Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Di kamp pengungsi al-Nuseirat di Gaza tengah, dua saudara perempuan, Dima dan Lama Aqel, berjuang untuk bertahan hidup di daerah kantong yang terkepung tersebut, di tengah kelangkaan obat-obatan dan sistem perawatan kesehatan yang berada di ambang kehancuran.Kedua saudara perempuan itu, satu-satunya yang selamat dari delapan anggota keluarga mereka, kehilangan orang-orang terkasih dalam serangan udara Israel yang menghancurkan rumah mereka pada Juni lalu."Kami sedang menunaikan salat Isya ketika tentara Israel menyerang rumah kami ... Saya melihat ledakan besar, dan kemudian semuanya menjadi gelap," kenang Dima (16).Setelah kehilangan kesadaran, Dima terbangun beberapa jam kemudian di Rumah Sakit Al-Aqsa di Deir al-Balah, dikelilingi oleh anggota keluarganya yang terluka. Dengan luka bakar yang menutupi 85 persen tubuh mereka, mereka menahan rasa sakit yang luar biasa, tetapi tidak menemukan lingkungan yang steril untuk perawatan. Kewalahan dengan banyaknya korban, rumah sakit tersebut kesulitan untuk menyediakan perawatan yang tepat waktu.
Seorang pasien anak dirawat di Rumah Sakit Nasser di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 19 Agustus 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Seorang pasien anak menerima perawatan di Rumah Sakit Nasser di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 19 Agustus 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Seorang pasien anak menerima perawatan di Rumah Sakit Nasser di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 19 Agustus 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Azerbaijan akan tanam 650.000 pohon dalam sehari
Indonesia
•
29 Oct 2019

Media: Pengunjung Piala Dunia 2026 dan Olimpiade 2028 harus diperingatkan soal kekerasan senjata di AS
Indonesia
•
16 Feb 2023

Ornamen emas ditemukan di makam kuno di Shaanxi, China
Indonesia
•
24 Nov 2021

Feature – Perang hancurkan harapan anak-anak amputee di Gaza
Indonesia
•
08 Oct 2024
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026
