
Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia teken perjanjian perdagangan bebas

Pemandangan malam hari di salah satu ruas jalan di Jakarta pada 16 April 2025. (Indonesia Window)
EAEU akan mendapatkan akses preferensial ke pasar Indonesia untuk berbagai produk, termasuk polimer, pupuk, sumber daya energi, truk tambang, pipa, logam dan produk logam nonbesi, serta beragam peralatan listrik dan mekanis.
St. Petersburg, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Negara-negara anggota Uni Ekonomi Eurasia (Eurasian Economic Union/EAEU), menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan Indonesia pada Ahad (21/12), sebuah langkah yang diperkirakan akan secara signifikan mendorong perdagangan bilateral dalam beberapa tahun mendatang.Perjanjian tersebut ditandatangani di sela-sela pertemuan Dewan Ekonomi Tertinggi Eurasia yang digelar di St. Petersburg, Rusia.Andrey Slepnev, menteri yang mengepalai bidang perdagangan di Komisi Ekonomi Eurasia, mengatakan bahwa pengurangan bea masuk di bawah kerangka perjanjian ini diperkirakan mencapai sekitar 3 miliar dolar AS. Dia memproyeksikan turnover perdagangan antara kedua pihak dapat meningkat hingga dua kali lipat dalam tiga hingga lima tahun setelah perjanjian tersebut mulai berlaku.*1 dolar AS = 16.735 rupiahSlepnev menyampaikan bahwa ekspor dari negara-negara EAEU ke Indonesia diperkirakan akan meningkat secara signifikan, mencakup produk pertanian maupun industri.Berdasarkan perjanjian tersebut, EAEU akan mendapatkan akses preferensial ke pasar Indonesia untuk berbagai produk, termasuk polimer, pupuk, sumber daya energi, truk tambang, pipa, logam dan produk logam nonbesi, serta beragam peralatan listrik dan mekanis.Ekspor pertanian juga diproyeksikan akan meningkat, termasuk gandum, tepung, susu bubuk, gula-gula, serta daging produk sapi dan unggas halal, lanjut Slepnev.Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin negara-negara anggota EAEU menandatangani total 18 dokumen, termasuk di antaranya adalah keputusan mengenai anggaran EAEU untuk 2026 serta pendekatan untuk pengembangan kerja sama perdagangan dan ekonomi dengan mitra-mitra utama dalam jangka menengah.Dokumen lainnya menguraikan arah utama kegiatan internasional EAEU untuk 2026, serta pedoman utama koordinasi kebijakan makroekonomi di antara negara-negara anggota untuk periode 2026-2027.EAEU beranggotakan Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Menlu Sugiono: Isu Taiwan adalah urusan dalam negeri China
Indonesia
•
31 Dec 2025

Indonesia prioritaskan diplomasi vaksin dengan China
Indonesia
•
14 Oct 2020

Pertamina angkut 150.000 barel minyak mentah ke Thailand
Indonesia
•
24 Feb 2022

COVID-19 – Vaksinasi di Indonesia tembus 1,3 juta dosis per hari
Indonesia
•
27 Jun 2021


Berita Terbaru

Indonesia masuk zona merah kabut asap 2026, Agustus-September jadi periode paling berbahaya
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Herdman dan peta jalan baru timnas Indonesia: Mimpi ke Piala Dunia 2030 dimulai
Indonesia
•
21 Jun 2026

Feature – Mengapa orang Indonesia tetap demam Piala Dunia meski timnas tak bermain? Ini jawaban psikolog
Indonesia
•
21 Jun 2026

Jamu bakal punya pusat pengobatan modern, Indonesia gandeng China untuk mewujudkannya
Indonesia
•
20 Jun 2026
