
Sekjen ASEAN serukan negara-negara Asia manfaatkan penuh kemitraan untuk jajaki potensi kerja sama baru

Direktur Eksekutif ACE Nuki Agya Utama dan Direktur Urusan ASEAN PT Huawei Tech Investment Jeff Chang menandatangani MoU untuk kerja sama di bidang energi terbarukan di Kantor Pusat ASEAN yang berada di Jakarta pada Selasa (12/12). (Xinhua/ACE)
Ekonomi Asia diperkirakan akan tumbuh sekitar 4,5 persen tahun ini, tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi, dan akan terus menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi global.
Boao, China (Xinhua) – Dijadwalkan berlangsung pada 26 hingga 29 Maret, konferensi tahunan Forum Boao untuk Asia (Boao Forum for Asia/BFA) 2024 diselenggarakan di Boao, sebuah kota pesisir di Provinsi Hainan, China. Gelaran kali ini mengusung tema ‘Asia and the World: Common Challenges, Shared Responsibilities’ (Asia dan Dunia: Tantangan Bersama, Tanggung Jawab Bersama).Menurut ‘Asia Economic Outlook and Integration Process Annual Report 2024’ yang dirilis dalam konferensi tersebut, ekonomi Asia diperkirakan akan tumbuh sekitar 4,5 persen tahun ini, tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi, dan akan terus menjadi kontributor terbesar bagi pertumbuhan ekonomi global.Kita harus memperhatikan enam "P", yaitu perdamaian (peace), kemakmuran (prosperity), kemitraan (partnership), planet (planet), masyarakat (people), dan potensi (potential), dan kita yakin bahwa negara-negara Asia harus memanfaatkan kemitraan secara optimal untuk mengeksplorasi potensi-potensi kerja sama baru, seperti ekonomi biru, ujar Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) Kao Kim Hourn dalam sebuah subforum bertajuk ‘Asia: Building an Epicentrum of Growth’ (Asia: Membangun Pusat Pertumbuhan).Kita harus selalu berorientasi pada manusia guna memastikan para talenta dapat beradaptasi dengan perkembangan masyarakat saat ini, termasuk perkembangan ekonomi digital. Oleh sebab itu, kita perlu memperbarui dan meningkatkan keterampilan para talenta. Kita senantiasa harus melihat individu sebagai aset alih-alih beban, ujarnya.Dia menambahkan bahwa kita harus menjaga agar proyek-proyek investasi eksternal di ASEAN tetap fleksibel dan tangguh. Para investor dari negara-negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan ingin meningkatkan investasi mereka di ASEAN, dan mereka optimistis dengan masa depan ASEAN. Itulah sebabnya ASEAN semakin menarik banyak investasi asing.Kao Kim Hourn juga menyebut bahwa China telah menjadi mitra dagang terbesar ASEAN selama 14 tahun berturut-turut, sementara ASEAN telah menjadi mitra dagang terbesar China selama tiga tahun berturut-turut. Baik China maupun ASEAN sama-sama sedang meningkatkan upaya mereka untuk memublikasikan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP), sehingga komunitas bisnis dapat memanfaatkan RCEP secara penuh untuk kepentingan lebih banyak negara.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Nilai barang diperdagangkan melalui jalur kereta China-Laos tembus 100 juta dolar AS
Indonesia
•
07 Jan 2022

Minyak jatuh, penguncian Shanghai kian perburuk permintaan
Indonesia
•
28 Mar 2022

Opini - Kenaikan Harga Menjelang dan Selama Ramadhan, Wajarkah?
Indonesia
•
02 Mar 2025

Feature – Pelaku industri konstruksi rumah di AS tertekan kenaikan biaya akibat tarif
Indonesia
•
19 May 2025


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
