
Ekosistem mangrove efektif urai limbah budi daya laut

Ilustrasi. (Kristin Hoel on Unsplash)
Ekosistem mangrove mampu meningkatkan ketahanan udang terhadap serangan patogen, meskipun hasil produksi tidak sebanyak sistem intensif.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Ekosistem mangrove dinilai berperan sebagai biofilter alami yang efektif dalam menyerap dan mengurai limbah perairan, sehingga menjadi solusi untuk menekan dampak pencemaran dari aktivitas budi daya laut.
Peneliti Pusat Riset Budi daya Laut Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Moh. Awaludin Adam, mengatakan aktivitas budi daya laut intensif seperti ikan, udang, dan rumput laut secara tidak langsung menghasilkan limbah organik maupun anorganik. Limbah tersebut berasal dari sisa pakan, metabolisme organisme, serta bahan pendukung lainnya yang dapat memicu akumulasi limbah di perairan.
“Kegiatan budi daya laut secara intensif seperti budi daya ikan, kemudian udang maupun rumput laut secara tidak langsung itu akan menghasilkan limbah organik dan anorganik yang berasal dari sisa pakan. Kemudian ada metabolisme organisme serta beberapa bahan pendukung lainnya,” kata Awaludin, dalam webinar ‘Ocean Farm X’, Senin (27/4).
Akumulasi limbah tersebut dapat memicu eutrofikasi, yaitu peningkatan kadar nutrien seperti nitrogen dan fosfor secara berlebihan yang mengganggu keseimbangan ekosistem serta kesehatan organisme budi daya.
Dampak lanjutan dari kondisi tersebut adalah terjadinya hipoksia akibat penurunan oksigen terlarut yang berbahaya bagi organisme budi daya, bahkan dapat menyebabkan stres hingga kematian massal. Selain itu, penurunan kualitas air juga meningkatkan risiko berkembangnya patogen yang menyerang ikan, udang, maupun rumput laut.
Sebagai respons atas permasalahan tersebut, Awaludin menawarkan pendekatan berbasis ekosistem dengan memanfaatkan mangrove sebagai biofilter alami. Mangrove memiliki kemampuan menyerap, mengendapkan, dan menguraikan limbah serta polutan sehingga mampu menjaga stabilitas lingkungan perairan.
“Salah satu pendekatan yang potensial di sini adalah bagaimana kita memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai biofilter alami yang mampu menyerap, mengendapkan, dan menguraikan limbah serta polutan,” jelasnya.
Sejumlah strategi budi daya laut berkelanjutan yang dapat diterapkan, di antaranya penerapan sistem Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA), rehabilitasi mangrove, serta pengaturan zonasi budi daya agar sesuai dengan daya dukung lingkungan.
Hasil riset BRIN menunjukkan mangrove memiliki kemampuan sebagai biofilter alami, termasuk dalam menyerap logam berat seperti merkuri yang terdeteksi pada akar, batang, dan daun tanaman.
“Hasil riset kami, pada kondisi kontrol tanpa paparan, tidak ditemukan merkuri. Namun setelah dilakukan perlakuan, kami menemukan adanya serapan merkuri oleh mangrove pada akar, batang, dan daunnya,” paparnya.
Lebih jauh, penerapan mangrove dalam sistem budi daya juga menunjukkan hasil yang positif. Dalam uji coba pada tambak udang semi-intensif, keberadaan mangrove terbukti mampu meningkatkan ketahanan udang terhadap serangan patogen, meskipun hasil produksi tidak sebanyak sistem intensif.
Di sisi lain, sebagai bagian dari inovasi berkelanjutan, tim peneliti juga mengembangkan alternatif ramah lingkungan berupa penggunaan daun ketapang sebagai pengganti polybag plastik untuk pembibitan mangrove. Inovasi ini dinilai mampu mendukung pertumbuhan akar propagul sekaligus mengurangi potensi sampah plastik di ekosistem pesisir.
“Mangrove itu sebagai solusi alami yang strategis dalam kegiatan budi daya laut. Fungsi ekologis utamanya adalah sebagai biofilter, dan secara efektif serta berkelanjutan sangat dibutuhkan dalam kegiatan budi daya laut,” pungkasnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – WHO: Kelompok penasihat mungkin kesempatan terakhir temukan asal virus
Indonesia
•
14 Oct 2021

Peneliti China tingkatkan efisiensi sel perovskite secara signifikan
Indonesia
•
10 Aug 2023

Janji dunia jaga suhu bumi 1,5 derajat Celsius pupus
Indonesia
•
14 Nov 2021

Kaya kandungan glutamat, burung kareo padi jadi kuliner legendaris di Siantar, Sumatra Utara
Indonesia
•
13 May 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
