Koresponden Al Jazeera tewas dalam serangan di Gaza, Israel klaim korban terafiliasi Hamas

Warga Palestina berduka atas kematian seorang korban di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City tengah pada 6 Agustus 2025. (Xinhua/Mahmoud Zaki)
Empat jurnalis yang bekerja untuk saluran berita Al Jazeera Qatar tewas setelah militer Israel menyerang tenda mereka di depan Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City.
Gaza/Yerusalem, Palestina/Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Empat jurnalis yang bekerja untuk saluran berita Al Jazeera Qatar tewas setelah militer Israel pada Ahad (10/8) menyerang tenda mereka di depan Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City, demikian dilansir Al Jazeera dan sumber-sumber medis di Gaza.Al Jazeera melaporkan bahwa jurnalis mereka yang bernama Anas Al-Sharif dan Mohammed Qreiqeh, beserta juru kamera Ibrahim Zaher dan Mohammed Noufal, tewas dalam serangan Israel di Gaza.Mohammed Abu Selmiya, direktur Rumah Sakit Al-Shifa, mengatakan kepada Xinhua bahwa lima warga Palestina tewas dalam serangan Israel tersebut. "Anas Al-Sharif dan Mohammed Qreiqeh, keduanya koresponden Al Jazeera, serta dua juru kamera, Ibrahim Zaher dan Mohammed Noufal, termasuk di antara korban."Sumber-sumber pertahanan sipil Palestina mengatakan kepada Xinhua bahwa militer Israel secara langsung menargetkan tenda jurnalis, menewaskan keempat orang itu, sementara korban kelima tidak teridentifikasi karena tubuhnya "hancur berkeping-keping."Dalam pernyataannya setelah kejadian tersebut, Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengatakan mereka membunuh Anas Al-Sharif di Gaza City dalam sebuah serangan, mengeklaim korban terafiliasi dengan Hamas."Anas Al-Sharif menjabat sebagai kepala sel teroris dalam organisasi teroris Hamas dan bertanggung jawab atas serangan roket terhadap warga sipil Israel dan pasukan IDF," kata mereka.IDF mengatakan sejumlah dokumen yang ditemukan menunjukkan afiliasinya dengan Hamas, termasuk "daftar tugas personel, daftar pelatihan teroris, direktori telepon, dan dokumen gaji."Al Jazeera melaporkan "tidak ada bukti bahwa Al-Sharif terlibat dalam pertempuran apa pun," mengutip Muhammad Shehada, seorang penulis dan analis dari Gaza.Sesaat sebelum tewas, Al-Sharif mengunggah video di platform media sosial X, memperlihatkan langit malam Gaza yang berwarna merah karena pengeboman dan dipenuhi suara ledakan. "Pengeboman tanpa henti," tulisnya. "Selama dua jam, agresi Israel semakin intensif di Gaza City."Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Feature – Teknologi AI buka prospek baru bagi perawatan lansia di China
Indonesia
•
02 Jul 2024

BPS catat banyak penduduk tinggal di rumah selama Februari 2022
Indonesia
•
01 Mar 2022

Respons HIV global melemah, upaya tuntaskan epidemi AIDS makin berat
Indonesia
•
28 Nov 2025

Gempa magnitudo 6,1 di Afghanistan tewaskan 950 orang
Indonesia
•
22 Jun 2022
Berita Terbaru

Kolaborasi ponpes tahfizh MSQ dengan Indonesia Window tingkatkan kapasitas dakwah
Indonesia
•
30 Jan 2026

Antisipasi wabah Nipah, Singapura akan terapkan pemeriksaan suhu tubuh di bandara
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Mengenal komunitas Hakka Indonesia di Museum TMII
Indonesia
•
28 Jan 2026

Feature – Dracin buat kaum muda Indonesia makin akrab dengan Imlek
Indonesia
•
28 Jan 2026
