
Eskalasi militer di Gaza tewaskan sedikitnya 46 orang saat kesepakatan gencatan senjata berlaku

Warga Palestina berjalan melintasi puing-puing bangunan yang hancur usai kembali ke Khan Younis, di Jalur Gaza selatan, pada 12 Oktober 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Eskalasi militer di Gaza antara Israel dan Hamas pada Ahad (19/10) menewaskan sedikitnya 46 orang, meskipun gencatan senjata secara resmi masih berlaku.
Yerusalem/Gaza, Wilayah Palestina yang diduduki/Palestina (Xinhua/Indonesia Window) – Eskalasi militer di Gaza antara Israel dan Hamas pada Ahad (19/10) menewaskan sedikitnya 46 orang, meskipun gencatan senjata secara resmi masih berlaku, menurut sumber-sumber Israel dan Palestina.Militer Israel dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa dua tentaranya tewas akibat serangan Hamas pada Ahad pagi waktu setempat. Insiden tersebut terjadi ketika Hamas meluncurkan rudal anti-tank dan melepaskan tembakan ke arah pasukan Israel yang sedang membongkar infrastruktur di Rafah, Jalur Gaza selatan, menurut Pasukan Pertahanan Israel (IDF).Menanggapi serangan yang dilaporkan itu, IDF melancarkan serangkaian serangan udara dan tembakan artileri ke sejumlah wilayah di Jalur Gaza.Otoritas kesehatan Gaza mengatakan sedikitnya 44 warga Palestina tewas akibat serangan Israel tersebut.Mahmoud Basal, juru bicara (jubir) Pertahanan Sipil Gaza, menyampaikan kepada Xinhua bahwa tim lapangan telah merespons lebih dari 20 panggilan darurat sejak pagi hari.Pada Ahad malam, militer Israel mengumumkan bahwa mereka telah kembali melaksanakan penerapan kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza.Avichay Adraee, jubir militer Israel, dalam sebuah pernyataan menyebutkan bahwa "Pasukan Pertahanan Israel telah mulai menerapkan kembali kesepakatan gencatan senjata sesuai dengan arahan dari jajaran politik, setelah serangkaian serangan udara berskala besar yang dilakukan sebagai respons terhadap pelanggaran kesepakatan oleh Hamas."Kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan Turkiye dengan dukungan Amerika Serikat (AS), telah berlaku sejak 10 Oktober.Di bawah kesepakatan tersebut, kedua belah pihak berkomitmen untuk menghentikan aktivitas militer, melakukan pertukaran tahanan dan sandera, penarikan pasukan Israel dari sejumlah daerah di wilayah kantong tersebut, serta membuka akses masuk bantuan kemanusiaan dan bahan bakar agar tim medis dan layanan kemanusiaan dapat kembali beroperasi.Namun, meski komitmen tersebut telah disepakati, baik Israel maupun Hamas saling menuduh pihak lawan melanggar kesepakatan gencatan senjata.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

10.000 jamaah asing tiba hari pertama pembukaan umroh tahap ketiga
Indonesia
•
01 Nov 2020

ICC keluarkan surat penangkapan untuk Netanyahu, Gallant, dan komandan Hamas Deif
Indonesia
•
22 Nov 2024

Rusia denda Google 360 juta dolar AS karena sebar berita palsu
Indonesia
•
19 Jul 2022

Saudi tutup sementara akses umroh cegah virus corona
Indonesia
•
27 Feb 2020


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
