
Feature – Bunga hortensia yang menawan bawa harapan baru petani Sumber Brantas

Seorang pengunjung menyentuh bunga hortensia (Hydrangea) yang sedang bermekaran di Puncak Brakseng, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, pada 2 April 2026. Bunga hortensia adalah tanaman semak yang tumbuh subur di cuaca sejuk dan menghasilkan bunga bulat berwarna-warni, biru, ungu, dan merah muda, sehingga menghadirkan nuansa taman ala Eropa atau Korea. Mekarnya bunga-bunga ini turut menarik wisatawan domestik untuk menikmati keindahannya di kawasan wisata Puncak Brakseng. (Xinhua/Sahlan Kurniawan).
Hortensia cocok dengan karakter tanah di dataran tinggi Batu yang cenderung asam. Justru dari tanah itulah warna-warna khas hortensia muncul. Semakin asam pH tanah, maka semakin biru bunganya. Jika lebih netral, warna akan bergeser ke merah muda.
Batu, Jawa Timur (Xinhua/Indonesia Window) – Pagi masih basah di lereng Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu di Provinsi Jawa Timur. Kabut turun perlahan, menyelimuti barisan tanaman berbunga bulat yang memantulkan warna lembut ungu, biru, putih, dan merah muda. Di sela-sela embun, tangan-tangan petani mulai bekerja, memeriksa satu per satu kuntum bunga hortensia (Hydrangea) yang siap dipanen.
Dulu, sebagian besar petani di Sumber Brantas menggantungkan hidup pada sayuran seperti kentang, kubis, sawi dan wortel. Namun, hasil yang tak menentu dan fluktuasi harga membuat banyak petani mencari alternatif. Kini, bunga hortensia datang sebagai peluang.
Tanaman ini cocok dengan karakter tanah di dataran tinggi Batu yang cenderung asam. Justru dari tanah itulah warna-warna khas hortensia muncul. Semakin asam pH tanah, maka semakin biru bunganya. Jika lebih netral, warna akan bergeser ke merah muda.
Budidaya hortensia menuntut ketelatenan. Penyiraman harus rutin, tetapi tidak berlebihan. Tanaman tersebut juga membutuhkan naungan agar tidak terpapar matahari langsung terlalu lama. Yang paling krusial adalah pengaturan pH tanah. Sebagian petani bahkan secara khusus menambahkan bahan tertentu untuk ‘mengatur’ warna bunga agar sesuai permintaan pasar.
Permintaan hortensia cukup luas. Selain pasar lokal, bunga ini banyak digunakan untuk dekorasi acara seperti pernikahan, hotel, hingga kafe. Dalam momen tertentu, harga bisa meningkat signifikan.
Kendati demikian, yang menarik, hortensia di Batu tidak hanya berhenti sebagai komoditas pertanian.

Popularitas hortensia melonjak ketika foto-foto hamparan bunganya menyebar di media sosial. Lanskap warna-warni dengan latar pegunungan menjadi daya tarik visual yang kuat. Kini, banyak kebun di Sumber Brantas membuka diri bagi wisatawan. Para pengunjung datang untuk berfoto, berjalan di antara barisan bunga, atau sekadar menikmati udara sejuk pegunungan.
Namun di balik keindahan itu, ada tantangan yang tidak kecil. Tanaman hortensia rentan rusak jika terinjak atau dipetik sembarangan oleh pengunjung. Petani harus mulai mengatur jalur wisata dan membatasi area tertentu.
Perubahan cuaca juga menjadi ancaman. Curah hujan yang terlalu tinggi atau musim kemarau yang panjang dapat memengaruhi kualitas bunga.
Di tengah berbagai tantangan, hortensia tetap menawarkan harapan. Bunga tersebut bukan hanya sekadar komoditas, tetapi juga merupakan simbol adaptasi petani terhadap perubahan zaman.
Di lereng Gunung Arjuno dan Gunung Welirang, warna-warna hortensia yang terus bermekaran menjadi saksi bagaimana pertanian, kreativitas, dan pariwisata bisa bertemu dalam satu lanskap.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Wisata es dan salju China laporkan pertumbuhan dan peningkatan stabil
Indonesia
•
03 Dec 2022

Asia berpotensi jadi pemimpin global dalam teknologi hijau yang sedang berkembang
Indonesia
•
26 Mar 2025

OECD prediksi pemulihan ekonomi global masih rapuh
Indonesia
•
21 Mar 2023

Paviliun Taiwan hadir di ASTINDO Travel Fair, perluas pasar wisata di Indonesia
Indonesia
•
31 Aug 2024


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026
Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
