
Ford AS rampingkan pengembangan mobil listriknya

Foto yang diabadikan pada 8 Februari 2024 ini menunjukkan deretan produk Ford di Chicago Auto Show 2024 di McCormick Place, Chicago, Amerika Serikat. (Xinhua/Joel Lerner)
Ford memperlambat laju investasi dan model-model bertenaga baterai barunya, meskipun perusahaan itu pernah berharap untuk menjadi yang terdepan di antara produsen mobil lain yang sudah mapan dalam produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
New York City, AS (Xinhua/Indonesia Window) – Ford Motor pada Rabu (21/8) mengatakan bahwa pihaknya akan menunda peluncuran truk pikap besar listrik barunya selama sekitar 18 bulan, atau hingga 2027, serta membatalkan sport utility vehicle (SUV) listrik berjok tiga baris.Langkah ini mengindikasikan bahwa Ford kembali memperlambat laju investasi dan model-model bertenaga baterai barunya, meskipun perusahaan itu pernah berharap untuk menjadi yang terdepan di antara produsen mobil lain yang sudah mapan dalam produksi kendaraan listrik (electric vehicle/EV).Ford juga memangkas jumlah dana yang akan dibelanjakan untuk EV sebagai upaya membendung kerugian miliaran dolar AS dari teknologi ini, sembari menambahkan rencana untuk meluncurkan mobil boks (delivery van) listrik baru pada 2026. Pikap listrik baru berukuran medium juga diperkirakan akan diluncurkan pada 2027, kata perusahaan itu."Sifat kompetitif pasar sedang berubah secara global," kata CFO Ford John Lawler dalam sebuah panggilan konferensi. "Itu berarti kendaraan-kendaraan tersebut harus menguntungkan, dan jika tidak, kami akan putar balik dan beradaptasi serta mengambil keputusan-keputusan sulit."Lawler mengatakan bahwa investasi untuk EV kini akan mencapai sekitar 30 persen dari anggaran modal perusahaan, turun dari 40 persen."Perubahan yang dilakukan Ford ini terjadi ketika tingkat pertumbuhan penjualan EV melambat secara signifikan di Amerika Serikat dan Eropa, yang mendorong Tesla dan produsen mobil lainnya memangkas harga," kata The New York Times dalam laporannya terkait langkah tersebut. Pada bulan lalu, Ford melaporkan bahwa divisi EV-nya telah merugi 2,5 miliar dolar AS pada paruh pertama tahun ini sebelum biaya-biaya tertentu dimasukkan ke dalam perhitungan."Pengumuman itu menggarisbawahi tantangan yang dihadapi para produsen mobil AS ketika mereka berusaha meningkatkan penjualan EV, sebuah teknologi penting dalam mengatasi perubahan iklim, sekalipun ada penurunan permintaan konsumen, tantangan rantai pasokan, serta peningkatan persaingan dengan produsen-produsen mobil China," tulis The Washington Post dalam laporan terkaitnya."Produsen-produsen mobil sedang mencoba mencapai keseimbangan yang sulit dalam hal EV. Aturan emisi knalpot yang lebih ketat, yang dibarengi dengan perkembangan pesat dari produsen-produsen EV China, menekan mereka untuk berinvestasi dalam teknologi tersebut. Namun, minat konsumen terhadap EV telah menyusut usai ledakan antusiasme," kata The Wall Street Journal terkait topik ini.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sektor pariwisata Thailand bersiap sambut kembalinya wisatawan China
Indonesia
•
04 Jan 2023

Realisasi investasi asal China di Indonesia naik 22 persen pada Q1 2026
Indonesia
•
25 Apr 2026

Minyak turun di Asia setelah Aramco katakan siap tingkatkan produksi
Indonesia
•
15 Aug 2022

Produsen makanan siap saji Indonesia kerja sama ekspor untuk kebutuhan haji
Indonesia
•
26 Aug 2025


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
