
Gara-gara internet tak diputus, AI Anthropic 'menyusup' ke sistem tiga organisasi nyata saat uji keamanan siber

Orang-orang menyaksikan robot humanoid bermain sepak bola di KOID Shop di New York City, Amerika Serikat, pada 25 Juni 2026. (Xinhua/Vivien Liu)
San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Amerika Serikat (AS), Anthropic, pada Kamis (30/7) mengatakan tiga model AI-nya mengakses atau berinteraksi dengan sistem komputer milik tiga organisasi nyata selama evaluasi kemampuan siber internal, setelah akses internet secara tidak sengaja dibiarkan tersedia.
Pengungkapan tersebut disampaikan dalam sebuah unggahan blog perusahaan berjudul "Menyelidiki tiga insiden di dunia nyata dalam evaluasi keamanan siber kami" (Investigating three real-world incidents in our cybersecurity evaluations).
Menurut Anthropic, insiden-insiden tersebut teridentifikasi setelah perusahaan itu meninjau lebih dari 141.000 transkrip evaluasi kemampuan siber menyusul pengungkapan insiden keamanan serupa oleh OpenAI.
Perusahaan tersebut menyatakan model-model itu telah diberi instruksi bahwa mereka beroperasi di lingkungan tersimulasi tanpa akses internet.
Namun, karena adanya kesalahpahaman antara Anthropic dan mitra evaluasinya, Irregular, akses internet secara tidak sengaja dibiarkan tersedia, sehingga memungkinkan model-model itu berinteraksi dengan sistem eksternal yang secara keliru mereka anggap sebagai bagian dari lingkungan evaluasi.
Ketiga insiden itu melibatkan Claude Opus 4.7, Claude Mythos 5, dan sebuah model uji penelitian internal dalam latihan capture-the-flag (CTF) yang dirancang untuk menilai kemampuan siber ofensif, menurut perusahaan tersebut.
Anthropic menyatakan pihaknya segera memberi tahu organisasi-organisasi yang terdampak setelah mengonfirmasi insiden tersebut. Dalam dua dari tiga kasus, organisasi-organisasi tersebut tidak menyadari bahwa sistem mereka telah diakses sebelum menerima pemberitahuan dari Anthropic.
Menurut perusahaan itu, model-model tersebut mengeksploitasi kelemahan keamanan umum, termasuk kata sandi yang lemah dan layanan yang tidak terautentikasi, alih-alih kerentanan perangkat lunak yang sebelumnya tidak diketahui.
Anthropic menyatakan pihaknya tidak menemukan bukti bahwa insiden-insiden tersebut menyebabkan kerugian jangka panjang atau mengakibatkan pencurian atau kebocoran informasi sensitif.
Perusahaan itu menyatakan telah menangguhkan semua evaluasi kemampuan siber yang berpotensi mengakses internet publik sembari menerapkan langkah-langkah pengamanan tambahan dan melakukan peninjauan yang lebih luas terhadap prosedur evaluasinya.
Anthropic menyatakan bertanggung jawab penuh atas insiden-insiden itu dan akan menggunakan temuan-temuan ini guna semakin memperkuat langkah-langkah pengendalian untuk evaluasi keselamatan AI di masa mendatang.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemanasan global buat tanaman hemat air dan punya lebih banyak daun
Indonesia
•
04 Jun 2026

Media: Gelombang panas ekstrem melanda sebagian besar AS
Indonesia
•
13 Jul 2024

Mayoritas warga Singapura gunakan ‘chatbot’ AI untuk tugas, bukan pertemanan
Indonesia
•
22 Jan 2026

SpaceX Crew-6 NASA kembali ke Bumi
Indonesia
•
06 Sep 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
