Gedung Putih klaim Trump akan putuskan kapan Iran menyerah tanpa syarat

Foto yang diabadikan pada 6 Maret 2026 ini menunjukkan kepulan asap setelah terjadinya ledakan di Teheran, Iran. (Xinhua/Shadati)

Donald Trump akan memutuskan kapan Iran secara efektif memberikan "penyerahan tanpa syarat" yang dituntut Washington.

 

Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sendirilah yang akan memutuskan kapan Iran secara efektif memberikan "penyerahan tanpa syarat" yang dituntut Washington, demikian disampaikan oleh Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Jumat (6/3).

Beberapa jam sebelumnya, Trump mengatakan di Truth Social bahwa "tidak akan ada kesepakatan dengan Iran kecuali penyerahan tanpa syarat."

"Yang dimaksud presiden adalah bahwa ketika dirinya, sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata AS, menentukan bahwa Iran tidak lagi menimbulkan ancaman bagi AS, dan tujuan dari Operation Epic Fury telah sepenuhnya tercapai, maka Iran pada dasarnya akan berada dalam posisi menyerah tanpa syarat, terlepas dari apakah mereka mengatakannya sendiri atau tidak," kata Leavitt kepada wartawan.

Pada Kamis (5/3), Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi mengatakan kepada NBC News bahwa negaranya tidak meminta gencatan senjata dan tidak melihat adanya alasan untuk bernegosiasi dengan Washington.

AS dan Israel melancarkan serangan militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, beberapa komandan militer senior, dan ratusan warga sipil. Iran kemudian merespons dengan beberapa gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta aset-aset AS di seantero kawasan tersebut. 

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait