
Fokus Berita – Berbagai langkah Trump picu gelombang unjuk rasa di seluruh AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah, depan) menyampaikan pidato di arena Capital One di Washington DC, Amerika Serikat, pada 20 Januari 2025. (Xinhua/Li Rui)
Gelombang protes di berbagai negara bagian bertujuan untuk menentang kebijakan dan langkah eksekutif Presiden Donald Trump belakangan ini, dengan tagar media sosial seperti #50501, yang merupakan singkatan dari 50 unjuk rasa, 50 negara bagian, satu hari.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Amerika Serikat (AS) akhir-akhir ini dilanda gelombang protes di berbagai negara bagian untuk menentang kebijakan dan langkah eksekutif Presiden Donald Trump belakangan ini. Para demonstran berunjuk rasa dengan tagar media sosial seperti #50501, yang merupakan singkatan dari 50 unjuk rasa, 50 negara bagian, satu hari.Bagaimana bisa terjadi unjuk rasa?Para demonstran turun ke jalan pada Rabu (5/2) untuk merespons berbagai kebijakan pemerintahan Trump, termasuk kebijakan imigrasi yang lebih ketat, pembatalan hak-hak transgender, dan proposal untuk merelokasi warga Palestina dari Gaza.Para pengunjuk rasa membawa papan bertuliskan "Tidak ada manusia yang ilegal" lantaran pemerintah mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk mendeportasi sebanyak mungkin migran tak berdokumen dari AS, lapor ABC News.Pengunjuk rasa juga menentang langkah pemerintah yang menyasar kelompok LGBTQ+. Pekan lalu, Trump menandatangani perintah yang ditujukan untuk menerapkan restriksi terhadap perawatan afirmasi gender (gender-affirming care) bagi orang-orang di bawah usia 19 tahun.Selain itu, sebuah proposal kontroversial mengenai relokasi warga Palestina dari Jalur Gaza telah memicu kecaman luas. "Mengirimkan tentara Amerika ke Gaza merupakan gagasan yang tidak berpeluang diloloskan bagi setiap senator," ujar Lindsey Graham, seorang senator Partai Republik untuk Negara Bagian Carolina Selatan.Banyak kalangan juga yang menyatakan kekhawatiran mereka terhadap Proyek 2025, sebuah kerangka kebijakan yang menguraikan agenda sayap kanan ekstrem dan, menurut reporter BBC Mike Wendling, "akan memperluas kekuasaan presiden dan memaksakan visi sosial yang ultra-konservatif."Berbagai kekhawatiran terkait pemotongan bantuan luar negeri juga menjadi isu utama lainnya. Di Washington DC, para pengunjuk rasa, termasuk anggota parlemen dari Partai Demokrat dan pekerja nirlaba, berdemonstrasi menentang keputusan pemerintahan Trump untuk merumahkan hampir semua karyawan Badan Pembangunan Internasional AS (U.S. Agency for International Development/USAID), lapor NPR.USAID mengawasi program-program bantuan kemanusiaan dan pembangunan global AS. Spanduk yang dipegang oleh para demonstran bertuliskan "USAID menyelamatkan nyawa", sebut laporan NPR.Para pengunjuk rasa mengekspresikan kemarahan mereka tidak hanya kepada Trump, tetapi juga kepada miliarder Elon Musk. Hal ini mencerminkan penolakan kuat terhadap penunjukan Musk sebagai kepala Departemen Efisiensi Pemerintah AS.Kekhawatiran bermunculan terkait akses Musk ke data sensitif Departemen Keuangan AS, yang menyatakan bahwa hal itu dapat menyebabkan potensi masalah keamanan.Seberapa besar unjuk rasa tersebut?Demonstrasi digelar di kota-kota besar dan berbagai ibu kota negara bagian di seluruh AS.Di Lansing, Negara Bagian Michigan, ratusan orang turun ke jalan di tengah suhu yang sangat dingin untuk menyuarakan penolakan mereka. "Jika kita tidak menghentikannya dan membuat Kongres melakukan sesuatu, kondisi ini merupakan serangan terhadap demokrasi," kata seorang pengunjuk rasa asal Kota Ann Arbor sebagaimana dikutip media setempat.Ribuan orang melakukan aksi unjuk rasa di St. Paul, Negara Bagian Minnesota. Di Negara Bagian Alabama, ratusan orang berkumpul di luar Gedung DPR untuk memprotes langkah yang menargetkan LGBTQ+, demikian laporan AP.Di Capitol Iowa, para pengunjuk rasa anti-Trump bentrok dengan peserta acara konservatif tentang hak-hak orang tua. Para pengunjuk rasa berteriak melalui pelantang suara di rotunda selama sekitar 15 menit sebelum aparat penegak hukum turun tangan. Empat orang demonstran diamankan dengan diborgol.Para pengunjuk rasa melakukan pawai di pusat kota Austin, Negara Bagian Texas. Di Atlanta, Negara Bagian Georgia, pengunjuk rasa berkumpul di Centennial Olympic Park sebelum bergerak menuju Gedung Capitol Georgia. Di Kota Sacramento, massa berunjuk rasa di luar Gedung DPR Negara Bagian California, yang saat ini dipimpin oleh Partai Demokrat. Di Kota Denver, protes digelar di dekat operasi Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai, di mana sejumlah orang ditahan. Di Phoenix, Negara Bagian Arizona, massa meneriakkan "Tak ada kebencian, tak ada rasa takut, imigran diterima di sini," demikian urai laporan tersebut.Trump telah menandatangani serangkaian perintah eksekutif pada pekan-pekan awal masa jabatan barunya, membatalkan kebijakan-kebijakan pendahulunya mengenai imigrasi, iklim dan isu-isu sosial. Seiring makin banyaknya perlawanan, gelombang unjuk rasa di seluruh AS menandakan kian meningkatnya penolakan terhadap agenda pemerintahan Trump.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Larangan masuk Rusia cakup lebih banyak pejabat Uni Eropa
Indonesia
•
09 Sep 2022

Aksi mogok kerja di 13 bandara di Jerman ganggu perjalanan, berdampak pada setengah juta penumpang
Indonesia
•
11 Mar 2025

CDC AS sebut tingkat vaksinasi COVID-19 di AS lebih rendah dari perkiraan
Indonesia
•
25 Nov 2023

Iran punya "hak penuh" untuk membela diri, bertekad akan terus berjuang
Indonesia
•
02 Mar 2026


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
