
Gempa Bantul M6.4 berdampak hingga Jateng dan Jatim

Ratusan rumah warga rusak menyusul gempa bumi bermagnitudo 6.4 yang mengguncang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Jumat (30/6/2023). (BNPB)
Gempa bumi bermagnitudo 6.4 yang mengguncang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Jumat (30/6), pukul 19.57 WIB, juga dirasakan oleh warga di sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).
Jakarta (Indonesia Window) – Gempa bumi bermagnitudo 6.4 yang mengguncang Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Jumat (30/6), pukul 19.57 WIB, juga dirasakan oleh warga di sejumlah daerah di Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim).Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam keterangan tertulis pada Sabtu menyebutkan, gempa yang berpusat di 81 km selatan Kota Wates dengan kedalaman 67 km tersebut, dirasakan oleh hampir semua warga di 11 kabupaten, antara lain Tegal, Kebumen, Purbalingga, Wonogiri, Purworejo, Wonosobo, Magelang, Banyumas, Banjarnegara, Klaten, dan Brebes.Data BNPB menyebutkan, warga Jateng yang terdampak gempa tersebut mencapai 102 kepala keluarga (KK), dengan jumlah terbanyak berada di Kabupaten Wonogiri sebanyak 67 KK, diikuti oleh Kebumen sebanyak 13 KK; Purbalingga dan Wonosobo masing-masing 6 KK; Purworejo 4 KK; Magelang, Banyumas, dan Banjarnegara 2 KK; serta Kabupaten Tegal dan Brebes masing-masing 1 KK.BNPB juga mencatat sebanyak 2 KK atau empat jiwa mengungsi ke tempat kerabat mereka yang terdekat, sementara satu warga mengalami luka sedang di Kabupaten Kebumen.Gempa Bantul itu juga merusak 102 unit rumah, dengan rincian rusak ringan 88 unit, rusak sedang 13 dan rusak berat satu unit. Rumah rusak di antaranya berada di Kabupaten Wonogiri sebanyak 67 dan Kebumen 11 unit.Selain tempat tinggal, gempa bumi itu juga merusak sejumlah fasilitas publik, termasuk tiga tempat ibadah, tiga fasilitas pendidikan, dan tiga unit jaringan listrik.Sementara itu di Provinsi Jatim, dampak gempa dirasakan warga di Kabupaten Trenggalek, Ponorogo, dan Tulungagung. Sebanyak 14 KK terdampak gempa tercatat di provinsi ini, antara lain Kabupaten Pacitan 10 KK; Ponorogo dua KK; serta Tulungagung dan Trenggalek masing-masing satu KK.BNPB juga mencatat 37 unit rumah warga rusak, dengan rincian rusak sedang 18, rusak ringan 15, dan rusak berat empat unit. Rumah rusak paling terdampak berada di Kabupaten Pacitan dengan rincian rusak sedang 17 unit, rusak ringan 15, dan rusak berat satu unit.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Presiden: Penanganan pandemik butuh kerja sama internasional
Indonesia
•
23 Feb 2021

Advokat: Hentikan “kongkalingkong” Baleg DPR RI
Indonesia
•
22 Aug 2024

COVID-19 – Tiga juta dosis vaksin Moderna dari AS tiba di Indonesia
Indonesia
•
11 Jul 2021

Indonesia targetkan 20.000 desa terlibat dalam Program Kampung Iklim
Indonesia
•
18 Jun 2021


Berita Terbaru

Indonesia jajaki kerja sama AI pertanian dengan Guangxi, China
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kedubes Iran kecam AS, Israel atas serangan yang tewaskan 175 siswi tak berdosa
Indonesia
•
15 Mar 2026

Ramadan 1447H – Ketua Al-Bahjah Bogor: Perkuat aqidah, AI tantangan serius generasi muda Islam
Indonesia
•
14 Mar 2026

Presiden Prabowo serahkan lahan 90 ribu hektare di Sumatra untuk konservasi gajah
Indonesia
•
13 Mar 2026
