PBB Peringatkan tentang anggapan perampasan massal sebagai hal yang normal di Gaza

gempuran serangan setiap hari

Pengungsi Palestina menunggu bantuan makanan gratis di sebuah pusat distribusi makanan di Gaza City pada 14 Juli 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

Gempuran serangan setiap hari, kematian yang seharusnya dapat dicegah, kekurangan bahan bakar yang kian parah, pengungsian, dan keputusasaan telah menormalisasi perampasan massal terhadap warga Gaza.

PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Gempuran serangan setiap hari, kematian yang seharusnya dapat dicegah, kekurangan bahan bakar yang kian parah, pengungsian, dan keputusasaan telah menormalisasi perampasan massal terhadap warga Gaza, demikian diungkapkan badan-badan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (18/7).

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengatakan bahwa pihak berwenang Israel telah kembali mengeluarkan perintah pengungsian baru, kali ini untuk beberapa daerah di Gaza utara. Selain itu, juga ada laporan-laporan yang sangat mengkhawatirkan tentang anak-anak dan orang dewasa yang mengalami kekurangan gizi di rumah-rumah sakit yang hanya memiliki sedikit sumber daya untuk merawat mereka.

Warga Palestina membawa barang-barang mereka dan mengungsi dari area permukiman al-Tuffah di Gaza City timur pada 29 Juni 2025. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)

OCHA mengatakan bahwa krisis energi terus memburuk meskipun impor bahan bakar telah dimulai kembali secara terbatas. Menipisnya persediaan bahan bakar telah menyebabkan jeda dalam pengumpulan sampah selama beberapa hari terakhir, serta makin banyak sumur air ditutup, terutama di Deir al-Balah.

Layanan kesehatan tertentu, seperti dialisis, telah dikurangi atau ditutup. Layanan lainnya juga terpaksa dihentikan akibat kekurangan bahan bakar, sementara bahan bakar yang terbatas dialokasikan terutama untuk layanan kesehatan, air dan telekomunikasi, serta pengoperasian kendaraan, kata OCHA.

Pergerakan kemanusiaan di dalam Gaza terus dibatasi. Hanya tujuh dari 13 upaya untuk mengoordinasikan pekerja bantuan dan pergerakan pasokan dengan pihak berwenang Israel yang difasilitasi, sehingga tim kemanusiaan dapat mengambil bahan bakar, mengumpulkan air, merelokasi generator, menyediakan pasokan yang berkaitan dengan kebersihan dan sanitasi, serta menyalurkan pasokan medis yang sangat dibutuhkan, papar OCHA.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait