
Harga bahan bakar di Kamboja terus meroket di tengah konflik yang berlanjut di Timur Tengah

Warga Kamboja berangkat menuju kampung halaman mereka di seluruh negeri menjelang festival Pchum Ben dari Phnom Penh, ibu kota Kamboja, pada 19 September 2025. (Xinhua/Sovannara)
Harga retail bahan bakar di Kamboja terus naik akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua/Indonesia Window) – Harga retail bahan bakar di Kamboja terus naik akibat eskalasi konflik di Timur Tengah, demikian disampaikan Kementerian Perdagangan Kamboja pada Selasa (31/3) tengah malam waktu setempat.
Dalam sebuah pengumuman, kementerian itu mengatakan harga satu liter bensin reguler mencapai 5.450 riel mulai Rabu (1/4) hingga pemberitahuan lebih lanjut, naik 9 persen dari 5.000 riel dalam tiga hari terakhir.
*1 riel Kamboja = 4,25 rupiah
Harga solar akan ditetapkan menjadi 7.500 riel per liter, naik 4,16 persen dari 7.200 riel, tambah pengumuman tersebut.
Selain itu, harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) naik menjadi 3.900 riel per liter, melonjak 14,7 persen dari 3.400 riel.
Sejak pecahnya konflik di Timur Tengah, harga bensin reguler, solar, dan LPG di Kamboja masing-masing melonjak sebesar 41,5 persen, 94,8 persen, dan 95 persen, menurut Kementerian Perdagangan Kamboja.
Dalam upaya untuk meredam dampak kenaikan harga bahan bakar, pemerintah menurunkan bea impor dan pajak atas produk bahan bakar pada 20 Maret.
Pada 28 Maret, pemerintah memutuskan untuk menurunkan bea impor atas kendaraan listrik (electric vehicle/EV), kendaraan listrik plug-in hybrid (plug-in hybrid electric vehicle/PHEV) penumpang, kompor listrik, dan perangkat bertenaga surya.
Negara Asia Tenggara ini sepenuhnya bergantung pada impor minyak bumi dan solar, karena cadangan minyak di dasar lautnya belum dimanfaatkan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Wuling perkenalkan Cloud EV, mobil listrik ketiganya di Indonesia
Indonesia
•
16 Feb 2024

Minyak anjlok setelah AS rencanakan rekor pelepasan cadangannya
Indonesia
•
01 Apr 2022

Pertamina sewakan kapal tanker ke produsen migas Aramco
Indonesia
•
25 Dec 2021

Turkiye resmikan jalur metro Bandar Udara Istanbul sepanjang 14 km
Indonesia
•
21 Mar 2024


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026
Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
