
Harga listrik Singapura akan naik di tengah konflik Timur Tengah

Orang-orang menyeberang jalan di kawasan bisnis keuangan Singapura pada 14 April 2025. (Xinhua/Then Chih Wey)
Harga listrik di Singapura akan naik dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan konflik di Timur Tengah yang sedang berlangsung mendorong kenaikan harga minyak dan gas.
Singapura (Xinhua/Indonesia Window) – Singapura memperkirakan harga listrik akan naik dalam beberapa bulan ke depan seiring dengan konflik di Timur Tengah yang sedang berlangsung mendorong kenaikan harga minyak dan gas (migas), demikian disampaikan Tan See Leng, menteri yang bertanggung jawab pada energi serta ilmu pengetahuan dan teknologi di Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Singapura, pada Kamis (12/3), seraya memaparkan berbagai langkah yang telah disiapkan oleh pemerintah.
Singapura mengimpor gas alam untuk memenuhi sekitar 95 persen kebutuhan pembangkit listrik di negara tersebut, ungkap Tan dalam sebuah unggahan di Facebook.
Timur Tengah merupakan kawasan utama produsen bahan bakar, dan penutupan Selat Hormuz akibat konflik ini dapat mengganggu pasokan minyak mentah dan gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) global, yang kemungkinan akan mendorong kenaikan harga bahan bakar dalam waktu dekat, paparnya.
Guna menjaga keamanan energi Singapura, sekitar setengah dari pasokan gas negara tersebut berasal dari pipa gas regional yang tidak terdampak oleh situasi saat ini, sebut Tan. Dia menambahkan bahwa Singapura juga mengimpor LNG dari berbagai sumber lain dan tidak terlalu bergantung pada Timur Tengah.
Singapura telah menyiapkan cadangan bahan bakar yang terdiri dari gas dan diesel (solar) yang dapat digunakan oleh perusahaan-perusahaan pembangkit listrik jika terjadi gangguan serius pada pasokan gas, kata Tan.
Selain itu, Otoritas Pasar Energi (Energy Market Authority/EMA) juga mewajibkan turbin pembangkit listrik mampu beroperasi menggunakan gas dan diesel. Seluruh pembangkit listrik diuji secara rutin guna memastikan unit-unit tersebut dapat beralih ke penggunaan bahan bakar diesel jika diperlukan, imbuhnya.
"Rumah tangga dan bisnis memiliki peran penting karena mereka dapat mengurangi sebagian dampak tersebut dengan menghemat listrik serta mengadopsi penggunaan peralatan yang lebih hemat energi," sebut Tan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak naik di sesi Asia menuju bulan terbaik sejak Februari 2021
Indonesia
•
31 Jan 2022

Media: Pemisahan Jepang dari China akan picu kenaikan drastis harga produk
Indonesia
•
04 Jan 2023

Harga minyak dunia naik dipicu prospek permintaan dan pasokan tinggi
Indonesia
•
10 Nov 2021

Kenaikan suku bunga ECB berpotensi pangkas 3,8 persen ‘output’ ekonomi kawasan euro
Indonesia
•
08 Aug 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
