
Hizbullah tegas: Israel harus angkat kaki sepenuhnya dari Lebanon!

Asap membubung dari sebuah lokasi di Lebanon selatan setelah serangan militer Israel, seperti terlihat dari Israel utara, pada 31 Mei 2026. (Xinhua/Gil Cohen Magen)
Beirut, Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Israel tidak punya pilihan lain selain menarik diri sepenuhnya dari seluruh wilayah Lebanon, seperti disampaikan Sekretaris Jenderal Hizbullah Naim Qassem pada Selasa (23/6), seraya menekankan bahwa perjanjian gencatan senjata harus sepenuhnya dilaksanakan.
"Tidak ada pilihan lain bagi Israel selain penarikan penuh dari seluruh wilayah Lebanon tanpa mempertahankan satu inci pun wilayah dengan dalih apa pun," kata Qassem dalam sebuah pertemuan di pinggiran selatan Beirut.
Menurut saluran televisi lokal Al-Manar, Qassem mengatakan Hizbullah dan Lebanon telah memasuki "fase baru" yang ditandai dengan apa yang digambarkannya sebagai kegagalan upaya Israel untuk melenyapkan kelompok tersebut.
"Proyek besar yang bertujuan untuk melenyapkan Hizbullah dari sisi militer, politik, budaya, sosial, hingga basis manusianya telah gagal," ujarnya, seraya berpendapat bahwa Israel gagal mencapai tujuannya meskipun bertahun-tahun melancarkan tekanan militer.
Qassem menegaskan bahwa perlawanan tetap menjadi satu-satunya jaminan bagi pembebasan, kemerdekaan, dan kedaulatan Lebanon, sembari mengkritik Amerika Serikat dan aktor internasional lainnya atas apa yang dia sebut sebagai kegagalan menepati komitmen berdasarkan perjanjian gencatan senjata pada 2024.
Dia juga memuji dukungan Iran untuk Hizbullah dan Lebanon selama konflik, dengan mengatakan bahwa kerja sama antara kedua pihak telah berkontribusi pada hasil konfrontasi itu.
Mengenai pengaturan pascagencatan senjata, Qassem menyerukan implementasi apa yang dia sebut sebagai lima persyaratan utama, yakni penghentian total serangan Israel melalui udara, darat, dan laut; penarikan penuh Israel dari wilayah Lebanon dan pengerahan tentara Lebanon di selatan; pembebasan tahanan; kembalinya penduduk ke daerah perbatasan; dan upaya rekonstruksi.
Dia mengatakan Hizbullah akan terus bekerja sama dengan tentara Lebanon di Lebanon selatan sembari menolak peran apa pun dari Israel dalam urusan internal Lebanon atau pengaturan keamanan di masa depan.
Gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel mulai berlaku pada 20 Juni. Gencatan senjata tersebut secara umum masih bertahan hingga Selasa, ketika dua orang tewas akibat tembakan Israel di Lebanon selatan, yang memicu tuduhan pelanggaran gencatan senjata.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sumber Mesir sebut Israel desak Hamas lucuti senjata sebelum terima usulan gencatan senjata Gaza
Indonesia
•
01 May 2025

AS klaim kesepakatan Selat Hormuz segera tercapai, Iran: Tak ada negosiasi dengan Washington
Indonesia
•
05 Aug 2026

Inggris tidak akan bergabung dalam "serangan ofensif" AS dan Israel terhadap Iran
Indonesia
•
03 Mar 2026

COVID-19 – AS catat lebih 2,9 juta kasus pada anak dalam empat pekan terakhir
Indonesia
•
16 Feb 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
