
Menlu China desak Turkiye tanggapi serius kekhawatiran China terkait isu Xinjiang

Sejumlah orang mengunjungi bazar akbar yang digelar di Urumqi, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, pada 23 Januari 2023. Selama liburan Festival Musim Semi, berbagai kegiatan perayaan diadakan untuk menarik wisatawan di bazar akbar tersebut. (Xinhua/Wang Fei)
“Hubungan China-Turkiye yang sehat tidak hanya melayani rakyat di kedua negara, tetapi juga membantu meningkatkan persatuan dan kerja sama di antara negara-negara berkembang.”
Beijing, China (Xinhua) – Menteri Luar Negeri (Menlu) China Qin Gang pada Kamis (2/2) mendesak Turkiye untuk menanggapi kekhawatiran China secara serius mengenai isu-isu terkait Xinjiang guna memastikan perkembangan hubungan bilateral yang sehat dan stabil.Qin melontarkan pernyataan tersebut dalam pembicaraan via telepon dengan Menlu Turkiye Mevlut Cavusoglu.Hubungan China-Turkiye yang sehat tidak hanya melayani rakyat di kedua negara, tetapi juga membantu meningkatkan persatuan dan kerja sama di antara negara-negara berkembang, kata Qin.China siap bekerja sama dengan Turkiye guna mengimplementasikan konsensus yang dicapai oleh para pemimpin kedua negara, memberikan peran penuh kepada mekanisme kerja sama bilateral untuk memajukan kerja sama praktis antara kedua negara, dan mendorong pembangunan hubungan China-Turkiye yang berkelanjutan, papar Qin.Seraya mengungkapkan apresiasi terkait pernyataan berulang kali dari Turkiye tentang kepatuhannya yang kuat terhadap kebijakan Satu China, Qin mengatakan China mendukung Turkiye dalam mengejar jalur pembangunan yang sesuai dengan kondisi nasionalnya sekaligus menjaga kedaulatan dan keamanan nasional, serta menentang campur tangan kekuatan eksternal dalam urusan dalam negeri Turkiye.Menlu China itu menuturkan bahwa kedua pihak harus meningkatkan komunikasi dalam urusan regional, memperkuat koordinasi dalam wadah multilateral, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan menjaga kepentingan bersama negara-negara berkembang.
Sejumlah orang berpartisipasi dalam hiburan salju di sebuah resor ski di Wilayah Otonom Etnis Kazak Mori, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut, pada 12 Desember 2022. Karnaval wisata es dan salju kedua di Wilayah Otonom Etnis Kazak Mori ini resmi dibuka pada Senin (12/12). (Xinhua/Wang Fei)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China: Mayoritas negara Asia-Pasifik tak sambut baik upaya ekspansi NATO
Indonesia
•
06 Jun 2023

Apple hentikan penjualan produk di Rusia
Indonesia
•
02 Mar 2022

Kazakhstan pertimbangkan kembalikan nama lama ibu kota jadi Astana
Indonesia
•
15 Sep 2022

UEA dan Bahrain tandatangani ‘Abraham Accord’ di Washington, AS
Indonesia
•
15 Sep 2020


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
